Penanganan Corona

Jateng Masih Butuh Banyak Pedonor Plasma Konvalesen, Taj Yasin: Kebutuhan Terapi Bergejala Berat

Masih banyaknya permintaan konvalesen di Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong Pemkab Kendal dan daerah lain ikut membantu penyediaan pendonor konvalesen.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen memberikan keterangan kepada awak media saat berkunjung di Kantor Pemkab Kendal, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menyebutkan, masih ada sekira 1.000 permintaan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah yang belum terpenuhi.

Katanya, saat ini baru 91 persen permintaan plasma darah konvalesen yang dipenuhi.

Terbanyak di 3 daerah, meliputi Kota Semarang, Surakarta, dan Banyumas. 

Baca juga: Jumlah Pelamar Job Fair Membludak, Dico Ingin Siapkan Aplikasi Pendata Warga Nganggur di Kendal

Baca juga: Sekolah di Wilayah Zona Merah Kendal Disarankan Hentikan Aktivitas Tatap Muka

Baca juga: Ayah Ajak Anak Bakar Diri di Patebon Kendal, Tujuannya Agar Gugatan Cerai Dibatalkan

Baca juga: RSDC Kendal Dibuka Lagi Kamis, Sudah Siap 48 Ruang Isolasi Pasien

"Permintaan konvalesen total ada 11.197, baru bisa dipenuhi 10.136, atau 91 persen saja," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/6/2021).

Dengan masih banyaknya permintaan konvalesen di Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong Pemkab Kendal dan daerah lain ikut membantu penyediaan pendonor konvalesen.

Katanya, plasma darah konvalesen masih dibutuhkan untuk melakukan terapi pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat. 

Dengan harapan, melalui ikhtiar ini bisa menekan angka kematian Covid-19 di Jawa Tengah.

"Kami titip penyediaan plasma kovelesen agar tingkat kematian bisa ditekan."

"Kami dorong betul, karena masih banyak masyarakat yang belum mendonorkan."

"Saat ini permintaan tinggi, antusias masyarakat masih rendah."

"Kami dorong agar ke depan bisa sinkron," ujarnya. 

Selain itu, Taj Yasin mengimbau agar masyarakat yang memenuhi syarat tidak takut mendonorkan plasma darahnya untuk membantu kemanusiaan.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar masyarakat mau mendonorkan plasma darahnya untuk membantu sesama. 

"Namanya saja plasma konvalesen, masih asing."

"Masih banyak masyarakat yang takut, perlu edukasi dan sosialisasi oleh pemerintah daerah."

"Selama ini pendonor konvalesen didominasi TNI maupun Polri."

"Kami coba dorong melalui pondok pesantren (ponpes) untuk kemanusiaan," tuturnya. 

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menambahkan, pemerintah daerah akan berupaya penuh melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama PMI.

Dia berharap, sinergitas PMI dengan semua jajaran Forkopimda Kendal tetap berjalan lancar untuk membantu penanganan Covid-19.

Ketua PMI Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono menjelaskan, saat ini petugas PMI belum bisa melakukan pengambilan plasma darah konvalesen karena tidak memiliki alat.

Akan tetapi, petugas PMI berupaya terus melakukan sosialiasi dan mengarahkan calon pendonor untuk melakukan donor plasma darah konvalesen di kantor PMI Kota Semarang.

"Saat ini PMI Kabupaten Kendal belum mempunyai alatnya."

"Kami dorong dan arahkan masyarakat, kami antar agar bisa mendonorkan di PMI Kota Semarang."

"Karena saat ini yang bisa melakukan donor plasma darah konvalesen di Kota Semarang, Surakarta, dan Banyumas," jelasnya. (Saiful Ma'sum)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Kabar Duka Lagi, Satu Warga Desa Paulan Karanganyar Meninggal, Sedang Jalani Isolasi di Rumah Sakit

Baca juga: Kondisi Mobil Damkar Kebumen Makin Memprihatinkan, Sering Masuk Bengkel, Mayoritas Sudah Tua

Baca juga: PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini, Layani Rute Cilacap-Yogyakarta PP Setiap Akhir Pekan

Baca juga: Angkutan Air Sungai Serayu Diuji Coba 20 Juni 2021, Dishub Banyumas Libatkan Perahu Warga

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved