Penanganan Corona

Kabar Duka Lagi, Satu Warga Desa Paulan Karanganyar Meninggal, Sedang Jalani Isolasi di Rumah Sakit

Berdasarkan data, saat ini masih ada enam orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit dan 94 orang menjalani isolasi mandiri di Paulan Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
BPBD KABUPATEN KARANGANYAR
Petugas BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang menjalani isolasi mandiri, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Seorang warga, berinisial S yang merupakan klaster masjid di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia pada Selasa (15/6/2021) malam. 

Kabar duka itu dibenarkan Plt Camat Colomadu, Yuni Windarti saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Rabu (16/6/2021).

Berdasarkan data, saat ini masih ada 6 orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit dan 94 orang menjalani isolasi mandiri. 

Baca juga: Berat Hati Masjid Ditutup Sementara, Awalnya Marbot Mengeluh Sakit, di Desa Paulan Karanganyar

Baca juga: Lurah dan Sekretaris Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Delingan Karanganyar Ditutup 10 Hari

Baca juga: Dua Ketua Lingkungan Pimpin Pemuda Katolik Karanganyar

Baca juga: Bupati Karanganyar Tetap Berharap PTM Bisa Dilaksanakan Juli 2021, Berikut Alasan Juliyatmono

Yuni menyampaikan, jenazah perempuan itu sudah disemayamkan menggunakan protokol Covid-19.

Dia belum tahu persis apakah yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit atau tidak. 

"Saat ini yang sedang isolasi mandiri ada 94 orang, dirawat di rumah sakit ada 8, tapi 2 orang meninggal dunia," katanya. 

Dia menuturkan, kondisi dari 94 orang warga yang menjalani isolasi mandiri sudah semakin membaik.

Tenaga medis Puskesmas terus memantau kondisi kesehatan mereka dan memberikan tambahan vitamin. 

"Pemantauan dari tenaga medis terus dilakukan, sembako sudah diberikan, jogo tonggo juga memantau," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/6/2021). 

Sesuai arahan Bupati Karanganyar, Juliyatmono terkait aturan hajatan, pihak kecamatan telah menyampaikan kepada para Kades untuk kemudian diteruskan kepada Kadus hingga Ketua RW dan RT. 

"Per 1 Juli 2021, arahannya hajatan itu banyu mili, makanan dibungkus dan tidak boleh disajikan."

"Tidak disediakan kursi untuk tamu."

"Kursi hanya terbatas panitia, itu pun dibatasi," pungkasnya. 

Data DKK Karanganyar per Selasa (15/6/2021) tercatat 631 kasus aktif positif Covid-19.

Dari jumlah itu, 243 orang menjalani rawat inap dan 388 orang isolasi mandiri. (Agus Iswadi)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Beginilah Nasib SMPN 12 Tegal, Peminat Terus Menurun Tiap Tahun, Tiga Faktor Ini Jadi Penyebabnya

Baca juga: 36 Nakes Kota Tegal Positif Covid, Dinkes Butuh Bantuan Dokter dan Perawat Berumur di Bawah 50 Tahun

Baca juga: Tingkat Keterisian RS di Kudus Sudah Capai 94 Persen, Pemdes Diminta Dirikan Tempat Isolasi Terpusat

Baca juga: Ganjar Menyapa Pasien di Rusunawa Bakalan Kudus: Keluhkan Tak Bisa Nonton Sinetron Ikatan Cinta

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved