Berita Internasional

Kalah Tipis di Pemungutan Suara Parlemen, Netanyahu Dilengserkan sebagai Perdana Menteri Israel

Parlemen Israel alias Knesset mengakhiri kepemimpinan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel.

Editor: rika irawati
AFP/EMMANUEL DUNAND
Benjamin Netanyahu saat masih menjadi Perdana Menteri Israel, berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEL AVIV – Parlemen Israel alias Knesset mengakhiri kepemimpinan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel.

Lewat pemungutan suara, Minggu (13/6/2021) waktu setempat, Knesset melakukan pemungutan suara yang khusus digelar untuk menentukan nasih Netanyahu.

Knesset mengakhiri kepemimpinan Netanyahu yang telah dijabat selama 12 tahun berturut-turut.

Knesset lantas memilih mantan sekutu Netanyahu, Naftali Bennett, sebagai Perdana Menteri Israel yang baru.

Melansir AFP, Bennett merupakan seorang nasionalis sayap kanan Yahudi, jutawan teknologi, dan mantan komandan pasukan khusus Israel.

Baca juga: Israel Dapat Serangan Balik, 3 Roket Meluncur dari Wilayah Suriah. Perang Dikhawatirkan Meluas

Baca juga: Israel Serang Gaza Sehari Jelang Idulfitri, Serbuan Berlangsung Sepanjang Hari Sejak Matahari Terbit

Baca juga: Gara-gara Berkewarganegaraan Israel, Gal Gadot Dituding Netizen Tak Pantas Perankan Cleopatra

Dia dilantik sebagai pemimpin koalisi delapan partai yang sebenarnya terbagi secara ideologis tetapi disatukan karena kemuakan mereka terhadap Netanyahu.

Sebelum dilengserkan, Netanyahu bersumpah bahwa dia akan terus berada di politik meski nanti menjadi oposisi.

Netanyahu telah lama menjadi tokoh dominan dalam politik Israel. Oleh pendukungnya, dia disebut sebagai "Raja Bibi" dan "Tuan Keamanan".

Sementara itu, para pengkritiknya menyebut, Netanyahu sebagai "menteri kejahatan".

Setelah drama politik yang berlarut-larut selama beberapa pekan terakhir, 60 kursi di Knesset memilih untuk melengserkan Netanyahu sedangkan 59 kursi berpendapat sebaliknya.

Kursi di Knesset berjumlah 120 kursi. Itu artinya, Netanyahu dilengserkan hanya dengan selisih suara yang sangat tipis.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dengan cepat memberi selamat kepada Bennett.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Perdana Menteri Bennett untuk memperkuat semua aspek hubungan yang erat dan langgeng antara kedua negara," kata Biden.

"Israel tidak memiliki teman yang lebih baik daripada AS," tambah Biden.

Baca juga: 80 Desa di Kudus Berstatus Zona Merah Covid, Bupati Minta Lockdown Tingkat RT

Baca juga: Buru Hingga Garasi Bus, Satgas Covid Purbalingga Tes Rapid Peziarah Kutasari yang Sempat Menolak

Baca juga: Belum Diketahui Awal Penularan, 22 Taruna Poltran Tegal Positif Covid-19

Baca juga: Hasil Euro 2020: Inggris Patahkan Kutukan, Austria dan Belanda Kompak Raih Kemenangan

Setelah Netanyahu dilengserkan, orang-orang merayakannya dengan memenuhi alun-alun di dekat Knesset dan berpawai ke Tel Aviv.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved