Breaking News:

Penanganan Corona

80 Desa di Kudus Berstatus Zona Merah Covid, Bupati Minta Lockdown Tingkat RT

Bupati Kudus HM Hartopo meminta penerapan semi lockdown di RT yang ditemukan kasus aktif Covid-19.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Kudus, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meminta penerapan semi lockdown di RT yang ditemukan kasus aktif Covid-19.

“Kalau yang zona merah, langsung ke PPKM mikro. Di RT mana, di RW mana yang terinfeksi banyak di situ, yang terjadi semi lockdown. Bukan semua desa kami tutup, bukan," ujar Hartopo, Senin (14/6/2021).

Hartopo mengatakan, penekanan semi lockdown di tingkat RT harus diawasi oleh camat.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masing-masing camat agar aktif menjalin koordinasi dengan desa yang kemudian berlanjut sampai ke RT.

Baca juga: Virus Covid-19 Varian India Merebak di Kudus, Gubernur Ganjar: Lansia dan Anak-anak di Rumah Saja

Baca juga: Ledakan Covid di Kudus Dipicu Varian India, Aziz Imbau Warga Pakai Double Masker

Baca juga: Tracking Masif di Kudus, Sehari Bisa Capai Dua Ribu Orang, Belum Tunjukkan Penurunan Kasus

Baca juga: Pemkab Kudus Hentikan Pengiriman Warga Positif Covid ke Asrama Haji Donohudan, Jumlah Bed Menipis

Selanjutnya, setiap ketua RT juga diharapkan aktif mengawasi jika terdapat kasus terkonfirmasi positif di wilayahnya.

"Camat saya suruh turun. Dan ini, RT harus aktif. Dan untuk RT berstatus zona merah, harus menutup jalan, hanya satu jalan yang dibuka, untuk keluar masuk saja. Tidak boleh menerima tamu untuk yang zona merah," kata dia.

Hartopo berharap, apa yang dia tekankan bisa dijalankan. Mengingat, saat ini, sudah ada 80 desa di Kudus berstatus zona merah. Padahal, sepekan yang lalu, hanya 60 desa dengan status zona merah penularan Covid-19.

"Zona merah ada 80 (desa). Bertambah. Memang lebih merata," kata Hartopo.

Upaya lain yang pihaknya lakukan dalam menekan kasus Covid-19 di Kudus yakni dengan mengeluarkan kebijakan berupa imbauan di rumah saja selama sepekan.

Baca juga: Buru Hingga Garasi Bus, Satgas Covid Purbalingga Tes Rapid Peziarah Kutasari yang Sempat Menolak

Baca juga: Belum Diketahui Awal Penularan, 22 Taruna Poltran Tegal Positif Covid-19

Baca juga: Hasil Euro 2020: Inggris Patahkan Kutukan, Austria dan Belanda Kompak Raih Kemenangan

Baca juga: 6 Bulan, Pengadilan Agama Purwokerto Terima 1.328 Permohonan Cerai. Paling Banyak Diajukan Perempuan

Kebijakan yang berlangsung Senin sampai Minggu (20/6/2021) itu dikeluarkan setelah terdeteksi 'varian India' di Kudus.

"Harapan kami, dengan di rumah saja, masyarakat lebih menyadari kondisi Covid seperti ini. Kalau tidak ada kegiatan yang urgen, jangan keluar," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved