Breaking News:

Berita Banyumas

6 Bulan, Pengadilan Agama Purwokerto Terima 1.328 Permohonan Cerai. Paling Banyak Diajukan Perempuan

Faktor ekonomi masih menjadi alasan tingginya kasus perceraian di Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI tentang kasus perceraian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Faktor ekonomi masih menjadi alasan tingginya kasus perceraian di Banyumas.

Humas Pengadilan Agama Purwokerto Drs Asnawi mengatakan, dari awal tahun hingga pertengahan tahun 2021 ini, sudah ada 1.328 laporan perkara perceraian yang diterima.

Jumlah tersebut terbagi menjadi, cerai talak 332 kasus dan cerai gugat 996 kasus.

"Kalau yang mengajukan perempuan, itu cerai gugat. Sedangkan jika laki-laki, itu cerai talak," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Keberangkatan Perdana KA Baturraden Ekspress Dilakukan 25 Juni 2021, Relasi Purwokerto-Bandung

Baca juga: 25 Warga Gumelar Banyumas Positif Covid, Hasil Tracing 4 Warga yang Sebelumnya Terpapar Covid-19

Baca juga: Motor vs Truk Tabrakan di Jalan Raya Wangon-Lumbir Banyumas, Pemotor dan Pembonceng Tewas

Baca juga: Ganjar Temukan Cara Unik Vaksinasi di Sokaraja Banyumas, Bu Bidan Rutin Ikut Dasa Wisma dan PKK

Ia mengatakan, setiap tahun, kasus perceraian yang diajukan, didominasi dari pihak perempuan.

Ia mengatakan, faktor pandemi Covid-19 sedikit banyak turut mempengaruhi angka perceraian namun tidak secara langsung.

"Misal, karena pandemi, kemudian suami terkena PHK sehingga tidak bisa memberi nafkah. Lagi-lagi, ya larinya ke ekonomi," katanya.

Ada beberapa perkara lain, contohnya, pelanggaran moral semisal selingkuh.

Namun, menurutnya, jika dipersentase, kasus semacam itu hanya sekitar 10 persen.

Faktor-faktor lain, misal ditinggal salah satu pihak selama dua tahun.

Dari data yang diberikannya, pada tahun 2019 lalu, total perkara yang diterima untuk perceraian adalah 783 cerai talak dan 2.150 cerai gugat.

Sedangkan pada tahun 2020, sebanyak 652 cerai talak dan 2.156 cerai gugat. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Lewat Aplikasi Apik Kerjaku, Warga Kota Semarang Kini Lebih Mudah Cari Kerja

Baca juga: 2 Pekan Dibuka, Keterisian Penumpang Pesawat Rute Jakarta-Purbalingga Capai 80 Persen

Baca juga: Sragen Zona Merah Penularan Covid-19, Bupati: Ibadah Massal dan Hajatan Dilarang, Berlaku 2 Pekan

Baca juga: 40 Personel Brimob dari Mabes Polri Diterjunkan ke Pati, Bantu Penanganan Covid-19

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved