Teror Virus Corona

37 Guru di SMA Negeri 4 Pekalongan Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Sebanyak 37 guru dan tenaga pendidik di SMA Negeri 4 Pekalongan positif Covid-19. Terkait kondisi ini, pembelajaran tatap muka ditunda.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 37 guru dan tenaga pendidik di SMA Negeri 4 Pekalongan positif Covid-19. Terkait kondisi ini, pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut ditunda.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (2/6/2021) malam.

"Benar, Mas, ada guru di SMAN 4 Pekalongan terpapar Covid-19. Saya mendapatkan kabar tadi pagi setelah diinformasikan kadinkes," kata Aaf, sapaan wali kota Pekalongan.

Menurut Aaf, jumlah guru dan tenaga pendidik yang terpapar Covid-19 di sekolah tersebut mencapai 60 persen.

"Ada 37 guru dan tenaga kependidikan yang positif. Rata-rata, mereka orang tanpa gejala," imbuhnya.

Baca juga: 37 Guru SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19, Berawal Saat Guru Sakit Tetap Masuk, Takut TPP Dipotong

Baca juga: Puluhan Bebek dan Entok di Kayugeritan Pekalongan Mati Mendadak, Diduga Terpapar Flu Burung

Baca juga: Bus PO Haryanto Tabrak Jembatan dan Nyaris Terjun ke Sungai di Pekalongan, Sopir Diduga Mengantuk

Baca juga: Keliling Silaturahim Bertelanjang Kaki, Warga Clumprit Pekalongan Rayakan Idulfitri di Tengah Rob

Terkait kondisi ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

"Intinya, mereka sudah WFH (work from home) dan ditunda dulu pembelajaran tatap muka (PTM). Kemudian, kami juga tekankan untuk guru dan murid agar menerapkan prokes tidak hanya di sekolah tetapi juga di kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut Aaf, rata-rata, guru yang terpapar Covid-19 bukan warga Kota Pekalongan melainkan tinggal di luar kota.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengungkapkan, kasus Covid-19 di SMA Negeri 4 Pekalongan berawal dari seorang guru yang sakit dan bergejala anosmia atau indera penciuman tidak berfungsi tetapi tetap masuk kerja.

"Berdasarkan informasi, guru tersebut tetap masuk meski sakit karena takut TPP (tambahan penghasilan pegawai)-nya dipotong," tuturnya.

Guru tersebut juga takut memeriksakan diri ke dokter lantaran khawatir positif Covid-19.

"Akhirnya, kepala sekolah menyarankan dan mengecek yang bersangkutan bersama dua guru lain yang telah kontak erat, melakukan swab test PCR, tanggal 25 Mei 2021. Hasilnya, ketiga orang tersebut dinyatakan positif Covid-19," katanya.

Selanjutnya, pada tanggal 28 Mei 2021, pihak sekolah kembali melakukan swab test PCR terhadap tujuh guru lain, dengan hasil satu orang positif Covid-19.

Baca juga: Ilmu Titen Jadi Model Suwanto Disabilitas Semarang Modifikasi Motor Roda Tiga

Baca juga: Dicanangkan Jadi Desa Damai Berbudaya, Ini Pesan Gubernur Jateng Kepada Warga Nglinggi Klaten

Baca juga: Ganjar Cari Sosok Bung Karno Muda di Jateng, Bikin Lomba Pidato, Begini Cara Mengikutinya

Baca juga: Keberaniannya Perlu Diacungi Jempol, Siswi SDN 3 Nanggulan Baca Geguritan di Hadapan Gubernur Ganjar

"Berdasarkan hasil itu, kesepakatan dari kepala sekolah, 56 guru dan tenaga kependidikan yang ada, dites swab PCR pada 31 Mei 2021. Dan hasilnya, 33 orang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, total terdapat 37 guru dan tenaga kependidikan yang positif Covid-19," imbuhnya.

Slamet menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait tentang penanganannya.

Pihaknya juga meminta para guru melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Jika mereka dapat isolasi mandiri di lingkungannya tidak masalah, bisa juga di tempat yang disediakan Pemkot Pekalongan yaitu di Gedung Diklat," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved