Berita Purbalingga Hari Ini
Dari Wirasaba Kini Menjadi Bandara JB Soedirman, Menengok Sejarah Kedirgantaraan di Purbalingga
Wirasaba Purbalingga dibuat menjadi pangkalan udara sejak 1938, hanya untuk keperluan pendaratan pesawat militer.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Ganda mengatakan jika tercatat, satu pesawat serbu, Hurricanes, yang ditarik dari Lanud Blimbing-Ngoro, Jawa Timur menuju Jawa Barat mendarat darurat di Wirasaba.
Itu karena saluran bahan bakar bermasalah.
Saat Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI, Bandara Udara Wirasaba dikuasai oleh Angkatan Udara RI (AURI), dikuatkan dengan peresmian Lanud pada 1946.
Kemudian pada Agresi Militer Belanda I, Wirasaba jatuh lagi ke tangan Belanda.
Belanda melihat Wirasaba sebagai pangkalan strategis menjaga garis batas wilayah Belanda - RI atau garis demarkasi van Mook yang nantinya diproklamirkan pada 29 Agustus 1947.
Untuk mendukung siasat perang itu, Belanda kemudian melakukan pengerasan landasan sejauh 400 meter agar pesawat sekelas Dakota bisa mendarat dengan aman.
Tugasnya, untuk mempercepat pengiriman logistik perang.
"Jadi selama pembangunan infrastruktur bandara, Belanda memanfaatkan ratusan pekerja desa setempat."
"Mereka juga mendapatkan penghidupan dari proyek ini, sehingga Wirasaba menjadi kekuatan tempur mumpuni bagi Belanda," terangnya.
Pada 27 Desember 1949 pemerintahan sementara negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dilantik dengan Sukarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Perdana Menteri.
Setelah itu, berbagai aset Belanda diserahkan ke RIS termasuk Bandara Wirasaba pada 1950.
Pangkalan udara Wirasaba secara resmi berganti menjadi Pangkalan Udara TNI AU Jenderal Besar Soedirman pada 7 November 2016.
Setahun lebih berselang, Lanud JB Soedirman dikembangkan menjadi Bandar Jenderal Soedirman dengan status komersial.
Tonggak sejarah itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Bupati Purbalingga, Gubernur Jateng, Dirut Angkasa Pura II, dan Asisten Logistik KSAU, dan Dirut LPPNPI, pada Jumat 17 November 2017 sebagai bukti lanjut JBS digunakan untuk komersial.
Momen bersejarah lain terjadi pada Senin 23 April 2018, saat Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman.