Breaking News:

Berita Brebes

Mobil Ambulans Bawa Jenazah Adu Banteng dengan Truk di Tonjong Brebes, 4 Orang Tewas

Kecelakaan adu banteng melibatkan mobil ambulans dan truk terjadi di ruas jalan nasional Tegal-Bumiayu-Purwokerto di Kutamendala, Tonjong, Brebes.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Kompas.com/Dok. Satlantas Polres Tegal
ILUSTRASI. Anggota Satlantas Polres Tegal memeriksa kondisi ambulans yang ringsek dan menewaskan lima penumpangnya di Exit Tol Adiwerna Kabupaten Tegal, Kamis (19/9/2019) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kecelakaan adu banteng melibatkan mobil ambulans dan truk terjadi di ruas jalan nasional Tegal-Bumiayu-Purwokerto di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Rabu (26/5/2021) malam sekitar 22.00 WIB.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat penumpang ambulans meninggal dunia. Dua orang meninggal di lokasi kejadian dan dua lainnya meninggal setelah mendapatkan perawatan di RSUD Bumiayu.

Sementara, dua penumpang lain masih dirawat intensif di RSUD Bumiayu akibat luka yang dialami.

Kepala Pos Lalu Lintas (Kaposlantas) Bumiayu Satlantas Polres Brebes, Aipda Andi Prasetya menuturkan, mobil ambulans jenis Daihatsu Gran Max itu mengalami kecelakaan saat perjalanan mengantar jenazah.

"Mobil ambulans dari Bogor mau ke Sempor Kebumen, diduga bertabrakan dengan truk. Depan mobil ambulans ringsek," kata Andi ketika dihubungi, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Brebes KH Shodiq Suhaimi Tutup Usia

Baca juga: Jalan Lingkar Brebes-Tegal Telah Selesai, Dibangun di Atas Struktur Rawa, Panjangnya 17,4 Kilometer

Baca juga: Gubernur Ganjar Minta Vaksinasi Kembali Gaspol di Jateng, Utamanya Brebes Karena Capaian Rendah

Baca juga: Minta Petugas Pulang, Keluarga di Brebes Malah Bongkar Peti dan Memandikan Jenazah Pasien Covid-19

Ia menuturkan, ada enam penumpang di dalam mobil ambulans, termasuk seorang sopir.

Andi menjelaskan, ambulans yang melaju dari arah utara (Tegal) melaju dengan kecepatan cukup kencang.

Sementara, dari arah berlawanan atau selatan (Bumiayu), sedang melaju truk. Kondisi jalan di lokasi kejadian berkelok-kelok dan minim penerangan.

Menurut Andi, jalan tersebut tidak begitu lebar, hanya dua ruas. Satu ruas untuk kendaraan dari utara dan satu lainnya untuk kendaraan dari arah selatan.

Meskipun saat malam hari, lalu lintas di jalan tersebut cenderung ramai lantaran banyak dilewati kendaraan dari arah Jakarta yang hendak ke Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta, dan sekitarnya.

Baca juga: Kalah Tragis! Manchester United Gagal Boyong Piala Liga Europa lewat Adu Pinalti Lawan Villarreal

Baca juga: Setuju Raperda Usulan DPRD, Bupati Purbalingga: Hiburan Harus Selaras Nilai Agama dan Kearifan Lokal

Baca juga: Selamat! Banyumas Raih Penghargaan WTP Kesepuluh Kali secara Berturut-turut

Baca juga: Tak Hanya Diputar Balik, Wisatawan yang Gagal Masuk Kudus Juga Dites Rapid Antigen

Andi menduga, sopir tidak mengetahui medan jalan. Saat kondisi lalu lintas cukup ramai, ambulans hendak menyalip mobil lain.

"Diduga, sopir perlahan melaju ke kanan jalan. Sopir sepertinya lalai karena diduga tidak tahu medan. Lalai melihat depannya, akhirnya saling bertabrakan dengan truk," katanya.

Jarak kedua kendaraan yang sudah dekat membuat tabrakan tak terelakkan. Mobil ambulans lantas terpental dan berputar sampai ke pinggir jalan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved