Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Usai Lebaran, Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Aktifkan Lagi Isolasi RS

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota menyiagakan tempat tidur tambahan untuk isolasi dan ICU rumah sakit untuk Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pasien Covid-19 

Oleh karena itu, ia meminta bupati dan wali kota menyiapkan tempat tidur isolasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Ganjar menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kudus sudah melaporkan adanya peningkatan kasus dan terjadi peningkatan okupansi atau pemakaian tempat tidur di isolasi dan ICU di rumah sakit.

"Kudus lapor, 'Pak Gubernur, rumah sakit sudah penuh'. Saya sampaikan, semua (isolasi) rumah sakit 'on' lagi. Tempat tidur untuk isolasi maupun ICU dan terpusat, harus disiapkan, tidak bisa ditawar. Yang dulu 'off' sekarang 'on' lagi," jelasnya.

"Kami minta, seluruh Jawa Tengah, tempat tidur (rumah sakit) ditingkatkan," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menuturkan, keterisian tempat tidur rumah sakit masih lega.

"Di Jateng, tempat tidur isolasi ada 7.096. Hingga pekan ke-20, keterisian 38,80 persen. Sementara, untuk tempat tidur ICU, eksisting ada 1.064 dan okupansinya 40,51 persen," terangnya.

Baca juga: Saya Merasakan Dua Keanehan Kontekstual, Tatkala Gubernur Ganjar Lantik Bupati Sragen dan Demak

Baca juga: Korban Alami Luka Sayatan di Sekujur Tubuhnya, Ditemukan Warga di Hutan Lindung Singorojo Kendal

Baca juga: Pembersihan Eceng Gondok Masih Berlanjut di Telaga Merdada Dieng Banjarnegara, Berikut Kendalanya

Baca juga: Kebumen Rawan Potensi Tsunami, Stasiun Geofisika Semarang Serahkan Peta Ini

Ada peningkatan bed occupancy rate (BOR) atau pemakaian tempat tidur, baik isolasi ataupun ICU pada pekan ke-20 atau hingga 22 Mei 2021.

Peningkatan tempat tidur ICU 1,69 persen dan tempat tidur isolasi 0,87 persen.

Terkait lonjakan pasien covid di Kudus, Yulianto menyebut, telah menerapkan langkah antisipatif lewat cara menyiagakan rumah sakit di sekitar Kudus.

"Lonjakan kasus di kudus cukup tajam sehingga BOR tinggi, sekitar 75-80 persen. Maka, kami siapkan rumah sakit di Semarang, seperti Wongsonegoro, itu kan BOR-nya rendah, padahal tempat tidurnya banyak. Itu ‎siap untuk dirujuk di Wongsonegoro, jadi kabupaten sekitarnya siap dukung," jelasnya.

Yulianto mengatakan, kasus persebaran Covid-19 yang cukup tajam di Kudus disebabkan pelanggaran protokol kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved