Berita Jawa Tengah
Kemenag Karanganyar: Pasca Libur Lebaran, 50 Persen Santri Sudah Masuk Pondok
Ponpes yang sudah menerima santri di antara seperti ponpes Kecamatan Karanganyar, Beruk, Gondangrejo, dan Karangpandan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kemenag Karanganyar mengimbau kepada pengelola pondok pesantren (ponpes) untuk memperketat protokol kesehatan menyusul mulai kembalinya santri dari wilayah masing-masing.
Berdasarkan informasi, dari 32 ponpes di Kabupaten Karanganyar, sudah ada sekira 50 persen santri yang kembali ke pondok.
Ponpes yang sudah menerima santri seperti berada di wilayah Kecamatan Karanganyar, Beruk, Gondangrejo, dan Karangpandan.
Santri itu tidak hanya berada dari Karanganyar, melainkan juga dari luar kota.
Baca juga: Relawan SAR Karanganyar Laporkan Warga Berinisial H, Dugaan Ujaran Kebencian Melalui Medsos
Baca juga: Pemkab Karanganyar Buka 1.746 Formasi CPNS dan PPPK, Seleksi Mulai 30 Mei 2021
Baca juga: Operasi Ketupat Candi Sudah Berakhir, Ini Program Kelanjutan Polres Karanganyar, Siagakan Tiga Pos
Baca juga: Dampak Keributan Ormas di Mojogedang Karanganyar, Dua Motor Rusak, Kaca Jendela Rumah Pecah
Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso menyampaikan, beberapa santri sudah kembali ke ponpes sejak pasca Lebaran.
Sisanya ada santri yang kembali ke ponpes untuk melanjutkan pembelajaran pada Juni hingga Juli 2021.
"Kami mengimbau kepada pengelola pondok pesantren, ketika santri datang ke Karanganyar atau pondok harus membawa surat keterangan sehat (rapid swab antigen)."
"Protokol kesehatan di pondok, baik untuk santri maupun ustad juga harus diperhatikan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (24/5/2021).
Dia mewanti-wanti agar santri yang kembali ke ponpes dalam kondisi sehat.
Di sisi lain, pengelola juga disarankan apabila santri sudah masuk ke area pondok agar tidak ada aktivitas keluar masuk.
Selama santri berada di dalam ponpes, para wali santri diminta tidak melakukan kunjungan sementara waktu.
Lanjutnya, pengelola pondok diharapkan dapat berkoordinasi dengan Puskesmas setempat apabila ada santri yang bergejala supaya segera mendapatkan penanganan.
"Kalau ada anak yang tidak sehat bisa diisolasi di ruang tersendiri, tidak bercampur dengan santri lain," terangnya.
Sebelumnya, 93 santri asal Karanganyar telah menjalani rapid swab antigen sebelum kembali.
Mereka diberangkatkan kembali ke ponpes mulai Senin (24/5/2021).
Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara simbolis memberangkatkan tiga bus yang mengangkut para santri itu di depan Kantor Setda Kabupaten Karanganyar.
Sekretaris Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal), Asyari mengatakan, dari 93 santri itu, dua santri dinyatakan positif atau reaktif rapid swab antigen.
Keduanya akan kembali ke ponpes secara mandiri setelah dinyatakan sehat atau negatif serta telah mendapatkan izin dari pihak ponpes.
"Gelombang dua itu nanti ada sekira 30 (santri yang kembali ke pondok)."
"Karena masuknya tidak sama," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (24/5/2021).
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, pemerintah membantu memfasilitasi pemeriksaan kesehatan berupa rapid swab antigen terhadap para santri asal Karanganyar yang akan kembali ke ponpes masing-masing.
Dia menuturkan, dua santri yang diketahui positif atau reaktif rapid swab antigen akan diminta isolasi terlebih dahulu selama 14 hari.
"Yang kecenderungan positif, ditunggu dahulu 14 hari."
"Nanti dirapid antigen lagi."
"Memastikan agar semua nyaman."
"Pondok yang ditempati juga nyaman," ungkapnya.
Selain santri asal Karanganyar yang sudah diberangkatkan ke Ponpes Lirboyo, sudah ada beberapa santri yang diberangkatkan ke Gontor.
"Kalau Gontor keseluruhan itu sekira 200, tapi itu bergelombang," pungkasnya. (Agus Iswadi)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Pelaku Gunakan Modus Tanya Alamat, Jambret Kalung Warga Mipiran Purbalingga
Baca juga: Bupati Purbalingga Minta OPD Prioritaskan Pembangunan Fisik dari DAK: Jangan Sampai Kembali ke Pusat
Baca juga: Setelah Dawet Ayu Raih API Award, Bupati Banjarnegara Ingin Giliran Kawah Sikidang Mendunia
Baca juga: 335 Atlet Asal Banjarnegara Jalani Tes Parameter, Ahong: Cek Kondisi Fisik dan Kebugaran Mereka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/santri-mondok-di-karanganyar.jpg)