Berita Politik
Puan Singgung Kader PDIP Harus Berjuang secara Nyata, Bukan Hanya di Medsos. Sindir Ganjar?
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengingatkan kader agar berjuang secara nyata dan bukan hanya di media sosial.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengingatkan kader agar berjuang secara nyata dan bukan hanya di media sosial. Apalagi, jika kader tersebut menduduki jabatan sebagai pemimpin maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.
Hal ini disampaikan Puan saat memberi arahan di Panti Marhaen, kantor DPD PDIP Jateng, Sabtu (22/5/2021).
"Pemimpin, menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan, bukan di sosmed (media sosial)," kata Puan dalam pernyataannya.
Putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini menuturkan, media sosial memang diperlukan pada era teknologi saat ini.
Namun demikian, dalam berjuang, tidak hanya berhenti di media sosial.
"Sosmed diperlukan, media perlu. Tapi, bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Siap Hadapi Pilpres 2024, Ini Kriteria Pimpinan yang Dicari PDI Perjuangan
Baca juga: Ganjar Tak Diundang Acara PDIP Jateng yang Dihadiri Puan, Bambang Pacul: Terlalu Ambisius Nyapres
Baca juga: Ini Kata Ganjar soal Tak Diundang di Acara PDIP Jateng lantaran Dinilai Berseberangan dengan Partai
Selain itu, ia mengatakan, jika kader PDI Perjuangan yang tampak diam bukan berarti tidak siap dalam menyambut kontestasi pemilu ke depan.
Perempuan yang juga Ketua DPR RI ini mengucapkan, kader PDI Perjuangan sangat siap.
Diamnya mereka bukan karena tidak siap, namun mereka mematuhi aturan partai yang mesti tegak lurus dengan perintah ketua umum.
"Kita diam-diam saja, kaya ndak siap. Kita Siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan," katanya.
Untuk itu, semestinya semua kader PDI Perjuangan tegak lurus pada perintah yang pada waktunya nanti akan diinstruksikan oleh ketua umum.
"Dan saya yakin bahwa bapak dan ibu ini pasti akan ikut pada arahan yang akan diputuskan pada saatnya nanti," tandasnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan Jateng telah berkali-kali menjadi penentu kemenangan partai dalam kontestasi pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.
Dengan dukungan suara PDI Perjuangan Jateng yang besar maka partai berlambang kepala banteng ini bisa memenangkan kontestasi mengungguli partai politik lain.
Pernyataan Puan ini seolah menyindir Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI Perjuangan dan populer di media sosial.
Ganjar yang kini menjabat gubernur Jawa Tengah itu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan kebijakan, menyerap aspirasi warga, serta menyapa netizen di dunia maya.
Dan dalam acara tersebut, Ganjar sengaja tak diundang. Padahal, seluruh struktural partai, legislatif, dan eksekutif dari PDIP diundang dan hadir secara tatap muka.
Baca juga: PKB Ajukan Tiga Gus sebagai Kandidat Wakil Bupati Kudus, Gus Khifni: Tidak Ada Mahar Politik
Baca juga: Kembangkan Wisata Religi, Pemkot Semarang Berencana Tata Makam KH Sholeh Darat di Bergota
Baca juga: Ekspor Motor Bodong Digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dari Pati Dikirim ke Timor Leste
Baca juga: 32 Nakes di RSUD Cilacap Positif Covid, Mayoritas Kontak Erat dengan ABK asal Filipina
Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengakui tak mengundang Ganjar. Alasannya, sikap Ganjar berseberangan dengan DPD PDIP Jateng soal pencapresan di pemilu 2024.
Bambang menilai, Ganjar terlalu berambisi nyapres. Ini terlihat dari tingginya aktivitas Ganjar di media sosial sehingga elektabilitasnya meningkat.
"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan atau kebablasan). Yen kowe pinter, ojo keminter," kata Bambang Wuryanto, dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Minggu (23/5/2021). (*)