Breaking News:

Berita Jateng

Ketua PKB Jateng Gus Yusuf Harap Bupati Fasilitasi Rapid Antigen Gratis bagi Para Santri

Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori berharap, para kepala daerah memberi layanan tes rapid antigen gratis ke santri.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Ketua DPW PKB Jawa Tengah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pasca-Lebaran, para santri akan kembali berangkat ke pondok pesantren.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori berharap, para kepala daerah memberikan layanan pemeriksaan rapid antigen gratis kepada santri yang akan kembali ke pondok.

"Pemeriksaan dilakukan agar santri bisa diketahui sejak dini terindikasi Covid-19 atau tidak. Fasilitas ini penting agar meringkankan beban para santri berangkat mondok," kata pria yang akrab disapa Gus Yusuf saat halalbihalal virtual, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: 18 Warganya Positif Covid, Satu RT di Ngareanak Kendal Dilockdown. Kebutuhan Makanan Disuplai Desa

Baca juga: Pemkab Kebumen Izinkan Lagi Pagelaran Wayang dan Seni, Seniman Tandatangani Komitmen Prokes

Baca juga: Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Brebes KH Shodiq Suhaimi Tutup Usia

Baca juga: Hentikan Pemotor Tak Pakai Helm dan Masker, Polisi di Solo Kena Tinju di Dagu

Hampir seluruh Pondok Pesantren di Pulau Jawa ini akan memulai pendidikannya, Senin (24/5/2021) besok.

Rata-rata, pengasuh pondok juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, termasuk santri wajib menjalani pemeriksaan rapid antigen sebelum masuk ke pondok.

Gus Yusuf menilai, penanganan covid semakin baik. Oleh karena itu, dia berharap, di dunia pendidikan, termasuk kesehatan para santri terus dijaga dan dikendalikan.

"Pengasuh pondok juga menyediakan fasilitas rapid antigen, meskipun tidak sepenuhnya gratis. Untuk antisipasi jika santri belum melakukan rapid," katanya.

Ia memberikan contoh dan mengapresiasi Bupati Blora yang telah memberikan pelayanan gratis rapid antigen bagi santri dan siswa didik di sekolah umum yang hendak memulai pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu.

Sementara, terkait uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah umum, kata dia, program itu bisa dilanjutkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Dewi Persik Manggung Tanpa Prokes di Kaliwungu Kudus Viral, Bupati: Polisi Panggil Penyelenggara

Baca juga: 2 Lapas di Kendal Jadi Klaster Baru Penularan Covid, 40 Pegawai dan Warga Binaan Diisolasi

Baca juga: Puan Singgung Kader PDIP Harus Berjuang secara Nyata, Bukan Hanya di Medsos. Sindir Ganjar?

Baca juga: Ini Kata Ganjar soal Tak Diundang di Acara PDIP Jateng lantaran Dinilai Berseberangan dengan Partai

"Saya mendapat informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka di sekolah beberapa kali tahapan. Saya kira, ini cukup sukses dan bisa dilanjutkan. Tetapi, itu tadi, bupati juga harus membantu Pemprov untuk memfasilitasi rapid bagi siswa yang akan ke sekolah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved