Penanganan Corona

Pemprov Jateng Terjunkan Tim Ahli, Ambil Sampel Kasus Kematian Akibat Covid-19

Tim akan turun ke kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang memiliki angka kematian cukup tinggi karena Covid-19 untuk mengambil sampel.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
BPBD KABUPATEN KARANGANYAR
ILUSTRASI - Petugas pemulasaraan jenazah mengeluarkan peti jenazah dari ambulans untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jumat (23/4/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemprov akan melihat angka kasus penularan Covid-19 pada 14 hari ke depan pasca Lebaran.

Dari kondisi tersebut, bisa diketahui apakah kasus bertambah atau tidak.

Tidak hanya itu, pada momen setelah itu, berdasarkan tradisi yang tumbuh di masyarakat Jawa ada Lebaran kupatan atau ketupat.

Lebaran ini diadakan satu pekan setelah Idulfitri.

Biasanya, di beberapa daerah di Jawa Tengah ada sejumlah acara yang diadakan.

Baca juga: Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Sambel Tempe, Bantu Pewarta Kaitannya Publikasi Pimpinan Daerah

Baca juga: Orangtua Arifin Menangis Histeris Saat Anaknya Digelandang Polisi, Bobol Rumah Tetangga di Semarang

Baca juga: Besok Kamis Pukul 10.00 di Jateng, Serentak Kumandangkan Lagu Indonesia Raya

Baca juga: Gubernur Ganjar Minta Vaksinasi Kembali Gaspol di Jateng, Utamanya Brebes Karena Capaian Rendah

Misalnya di Kudus yang terdapat tradisi kupatan yang diadakan di kompleks makam Sunan Muria di Kecamatan Dawe.

Momen ini dinilai berpotensi menyebabkan lonjakan kasus karena ada titik keramaian dan peningkatan mobilitas masyarakat.

"Jadi kami harus melihat 14 hari setelah Idulfitri dan 14 hari setelah (Lebaran) Kupatan."

"Karena itu, antisipasinya menambah ruang isolasi dan ruang ICU di rumah sakit," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (19/5/2021).

Meskipun demikian, angka kematian karena Covid-19 menjadi perhatian karena dinilai cukup tinggi.

Berdasarkan data di corona.jatengprov.go.id, pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia pada Rabu (19/5/2021) sebanyak 33 orang.

Sehingga total warga terpapar Covid-19 yang meninggal di Jawa Tengah ada 12.347 orang.

Namun demikian, Ganjar menuturkan masih menyelidiki penyebab tingginya angka kematian itu di provinsi ini.

Untuk memeriksa ini, diturunkan tim yang didukung para ahli di bidangnya.

"Angka kematian jadi perhatian kami."

"Kami sedang cari penyebabnya."

"Metodologi dibantu teman-teman ahli," jelasnya.

Pada pekan ini atau pekan depan, tim tersebut akan turun ke kabupaten dan kota yang memiliki angka kematian cukup tinggi untuk mengambil sampel.

Namun, berdasarkan dugaan, tingginya angka kematian di Jawa Tengah karena telat masuk dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Para ahli menyampaikan, beberapa kasus ternyata pasien sudah akut saat masuk rumah sakit."

"Nantinya, tim akan mencari warga yang sakit untuk segera mendapatkan perawatan," imbuhnya.

Sementara, berdasarkan data, kasus Covid-19 di Jawa Tengah setelah Idulfitri hingga 16 Mei 2021, total kasus ada 192.730 orang.

Dari jumlah itu, kasus aktif sebanyak 5.916.

Dari total kasus aktif tersebut, kasus pasien yang dirawat sebanyak 3.859 orang dan yang diisolasi sebanyak 2.057 orang.

Kabupaten dan kota yang memiliki kasus aktif tertinggi yakni Sragen (404 kasus), Cilacap (377), Banyumas (297), Karanganyar (281), dan Kota Semarang (279). (Mamduh Adi)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Tiga Pelaku Pengeroyokan Lainnya Jadi DPO Polres Purbalingga, Ancaman Tujuh Tahun Penjara

Baca juga: Pasca Aturan Larangan Mudik, Terminal Bulupitu Purwokerto Makin Dibanjiri Penumpang

Baca juga: Indahnya Toleransi di Aribaya Banjarnegara, Warga Budha Gelar Patroli Keamanan saat Muslim Salat Id

Baca juga: Pengusaha Carica di Dieng Wonosobo Kembali Harus Gigit Jari Tahun Ini, Imbas Larangan Mudik Katanya

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved