Breaking News:

Berita Kudus

Kunjungi Mbah Min, Pengrajin Biola asal Kudus, Gubernur Ganjar: Ini Karya Keren!

Ganjar berkunjung ke rumah Mbah Min, pengrajin biola dari bahan baku bambu, di Japan Wetan, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istiimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajal biola berbahan bambu buatan Mbah Min, warga Japan Wetan, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (12/5/2021). 

Menurut Sudarwati, tercepat, satu biola rampung dikerjakan dalam satu hari.

Hanya, bambu yang tersedia tidak bisa langsung digunakan. Mbah Min harus mengeringkan lebih dulu bambu-bambu tersebut.

Dan itu membutuhkan waktu lama. Sudarwati mengatakan, proses pengeringan bambu untuk biola bisa mencapai enam bulan.

Dan, semua proses tersebut dikerjakan secara manual.

"Semua manual. Selain dari bambu, juga buat (biola) dari (bahan) kayu. Ada juga biola elektrik. Semua bahan diambil di pasar lokal," ujarnya.

Ganjar yang berkunjung ke rumah Mbah Min sempat melihat beberapa koleksi biola bambu dan kayu. Bahkan, mencoba memainkan alat musik gesek itu.

Baca juga: Terungkap, Obat Mercon yang Meledak dan Tewaskan 4 Warga Kebumen Dibeli dari Pati

Baca juga: Kasus Covid-19 di Salatiga Melonjak: 2 Kelurahan Masuk Zona Merah, Ruang Isolasi Penuh

Baca juga: 2 Pemuda di Purbalingga Dicegat Polisi saat Tumpangi Motor Tak Bernopol, Ada Pil Hexymer di Bagasi

Baca juga: Usai Salat Id dan Halalbihalal, Bupati Kebumen Cek Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja

Menurut Ganjar, biola bambu karya Mbah Min keren, bahkan satu-satunya dari Kudus.

Bagi yang ingin memiliki karya biola bambu itu bisa langsung menghubungi Mbah Min atau datang langsung ke rumah, sekaligus tempat produksinya.

"(Biola) ini dari bambu. Saya kira, ini pertama yang ada dan istimewanya, (biola) ini dari Kudus. Biola dari bambu ini keren. Lalu, ada juga yang dari kayu," kata Ganjar.

"Ternyata, keterampilan awal Pak Ngatmin (Mbah Min) itu ukir kayu. Dari keterampilan itu dan dibantu dari IPB maka jadilah alat musik dari bambu ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved