Lebaran 2021
Salat Id di Banyumas Bakal Digelar di 1.936 Lokasi, Pendatang Diminta Salat Id di Rumah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memastikan, salat Idulfitri berjemaah hanya diperuntukkan bagi warga terdekat lokasi.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memastikan, salat Idulfitri berjemaah hanya diperuntukkan bagi warga terdekat lokasi. Sementara pendatang, diminta melaksanakan salat Idulfitri di tempat tinggal sementara masing-masing.
Secara keseluruhan, ada 1.936 lokasi di Banyumas yang telah dinyatakan lolos verifikasi sebagai lokasi salat Idulfitri berjemaah.
Selain masjid dan musala, lokasi yang dimaksud adalah halaman dan lapangan, yang tersebar di 27 kecamatan di Banyumas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyampaikan, data tersebut bisa saja berubah.
Hal itu tergantung keputusan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Banyumas dan perkembangan proses verifikasi di lapangan.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Banyumas Suwondo Geni mengatakan, masing-masing tempat itu hanya boleh menampung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada.
"Jumlah itu masih terus berubah karena Satgas Covid-19 desa dan kecamatan terus mengecek ke lapangan, masjid atau musala. Ada beberapa tempat juga yang masih dalam proses pengecekan oleh satgas, untuk usulan tempat salat Id," katanya, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Cek Pasar Tradisional, Tim Loka POM Banyumas Masih Temukan Makanan Berformalin dan Kedaluwarsa
Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-29 di Banyumas, 11 Mei 2021
Baca juga: 2.000 Pemudik Masuk Banyumas Sudah Dites Antigen, Bupati Achmad Husein: Alhamdulillah Negatif Semua
Baca juga: Polisi Cek Prokes Tempat Wisata di Baturraden Banyumas Jelang Libur Lebaran, Ini Hasilnya
Ia menambahkan, lokasi salat Id diperbanyak untuk memecah jumlah jemaah guna mencegah kerumunan.
Masing-masing tempat juga memiliki panitia yang bertugas mendata calon jemaah salat Id.
Suwondo mengatakan, panitia hanya akan memperbolehkan warga lingkungan sekitar mengikuti salat Id yang disediakan.
Sedangkan warga pendatang, tidak boleh dan disarankan malaksanakan salat Id di rumah atau tempat yang ditinggali sementara.
Selain wajib memakai masker, protokol kesehatan yang disiapkan masing-masing calon jemaah di antaranya membawa secara mandiri alat ibadah.
"Kalau bisa, harus sudah wudhu dari rumah. Kemudian, membawa plastik untuk wadah sandal. Jadi, saat mau salat, sandalnya di masukan ke dalam plastik dan dibawa. Sehingga, tidak terjadi kerumunan saat selesai salat," kata dia.
"Kemudian, yang jelas, pengurus ada yang mengecek suhu satu per satu calon jemaah," imbuhnya.
Suwondo mengatakan, jika ada masyarakat yang hendak mengajukan musala, masjid, atau lapangan sebagai lokasi salat Id, diminta segera menghubungi Satgas Covid-19, baik tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Baca juga: H-2 Lebaran, Harga Ayam Kampung di Pasar Baru Kudus Tembus Rp 125 Ribu/Ekor
Baca juga: Hilang dari Rumah, Gadis di Kebumen Ditemukan setelah Keluarga Temukan Sandal di Sekitar Sumur
Baca juga: Bupati Nganjuk dan 4 Camat Resmi Jadi Tersangka: Jual Beli Jabatan Dipatok Rp 2 Juta-Rp 50 Juta
Baca juga: Resep Nastar Gulung, Suguhan Kue Kering yang Tak Pernah Absen saat Lebaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kabag-kesra-setda-kabupaten-banyumas-suwondo-geni-ditemui-di-purwokerto-selasa-1152021.jpg)