Berita Banyumas

Cek Pasar Tradisional, Tim Loka POM Banyumas Masih Temukan Makanan Berformalin dan Kedaluwarsa

Loka POM Kabupaten Banyumas menemukan tiga makan berbuka puasa dan takjil mengandung formalin serta pewarna metanyl yellow.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Konferensi pers Loka POM Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto terkait intensifikasi Pangan selama bulan Ramadan bersama Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Banyumas menemukan tiga makan berbuka puasa dan takjil mengandung formalin serta pewarna metanyl yellow. Kandungan bahan berbahaya saat dikonsumsi itu ditemukan dalam produk makanan yang dijual di pasar tradisional.

"Sampel kami ambil dari pedagang pasar tradisional," jelas Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto dalam konferensi peres di Pendopo Si Panji Purwokerto bersama Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (10/5/2021).

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-29 di Banyumas, 11 Mei 2021

Baca juga: Pria di Banyumas Tega Bakar Rumah Mantan Istri saat Terlelap dengan Anak Cucu, Ini Penyebabnya

Baca juga: Loka POM Banyumas Temukan Teri Formalin, Hasil Sampel di Pasar Manis Purwokerto

Baca juga: Awas Produk Pangan Kadaluarsa di Banyumas, Sehari Saja Loka POM Temukan 200 Item

Suliyanto menjelaskan, dalam pemeriksaan, petugas sebenawrnya mengambil 45 sampel makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Namun, hanya tiga yang terbukti tak layak konsumsi.

Terkait temuan ini, Suliyanto memastikan, petugas langsung menurunkan produk dari rak display kemudian dimusnahkan di tempat, oleh penanggung jawab sarana dan disaksikan petugas.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga menemukan produk yang rusak atau kadaluwarsa.

Petugas kemudian meminta pedagang mengembalikan produk tersebut ke distributor dan pedagang diminta melaporkan bukti pengembalian ke petugas Loka POM.

Menjelang Lebaran, Loka POM Banyumas juga mengecek 22 sarana distribusi pangan yang menyalurkan makanan kemasan. Hasilnya, 77,28 persen dianggap sarananya tidak memenuhi ketentuan.

Suliyanto mengatakan, pengecekan itu dilakukan di empat wilayah pengawasan Loka POM Banyumas, yakni di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Pengawasan dilakukan sejak 5 April 2021 hingga 21 Mei 2021.

Dalam pengawasan itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pangan dan Perkebunan, serta Polres dan Polresta Banyumas.

Suliyanto menjelaskan, 22 sarana distribusi pangan mencakup pasar swalayan atau toko modern, gudang distributor pangan, dan kios di pasar tradisional.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 11 Mei 2021 Rp 978.000 Per Gram

Baca juga: Kepala Desa dan 13 Warga Selabaya Purbalingga Keracunan Makanan, Santap Sahur Pakai Satai Ayam

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-29 di Purbalingga, 11 Mei 2021

"Jadi, kenapa angkanya tinggi, karena (pengecekan) itu (dilakukan ke) para distributor," terangnya.

Dari pengawasan tersebut, pihaknya juga menemukan 103 jenis pangan atau 52.463 bungkus makanan tidak memenuhi ketentuan.

Terdiri atas 36.84 persen produk pangan rusak, 26,31 persen produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE), dan 36,84 persen produk pangan kedaluwarsa.

"Mayoritas, temuan terdapat pada sarana distributor pangan, disebabkan oleh sistem keluar masuk barang yang tidak terkontrol serta penganan produk di gudang yang kurang baik," jelasnya.

"Kami menegaskan kepada para pelaku usaha bahwa untuk selalu patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam hal pangan," pesannya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved