Breaking News:

Berita Nasional

Disekap Perusahan di Kamboja, 76 TKI Berhasil Dibebaskan. Diduga Korban Perdagangan Orang

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan, 76 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dibebaskan setelah disekap pihak perusahaan di Kamboja.

Editor: rika irawati
merdeka
Ilustrasi TKI atau Pekerja Migran Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan, 76 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dibebaskan setelah disekap pihak perusahaan di Kamboja. Mereka merupakan pekerja migran yang diduga korban perdagangan orang.

Mereka disekap di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.

Dilansir dari situs resmi Kemlu, Minggu (9/5/2021), berdasarkan wawancara yang dilakukan KBRI Phnom Penh, para WNI PMI itu diduga kuat merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Mereka menjadi TPPO melalui cara penipuan, ancaman denda, dan penyekapan.

"Perusahaan tempat PMI bekerja juga tidak merespons positif komunikasi yang dilakukan oleh KBRI Phnom Penh," demikian pernyataan tertulis dalam situs tersebut.

Baca juga: Pengakuan Mantan TKI Jadi Pecandu Narkoba, Senang Dapat Teman di Kebumen, Bisa Lebih Berhemat

Baca juga: Bersimpuh dan Menangis, Ketua BP2MI Memastikan Majikan TKW Sugiyem di Singapura Diproses Hukum

Baca juga: Isnaini Berbagi Cerita Jalankan Puasa di Hongkong, TKI Asal Kendal: Susah Salat Tarawih Berjamaah

Baca juga: Tiba di Tanah Air, 200 TKI Positif Covid-19. Pulang dari Malaysia Lewat Batam

Pembebasan dilakukan setelah KBRI Phnom Penh berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Kamboja.

Para WNI PMI tersebut dievakuasi ke tempat aman yang ada di Pnom Penh dalam dua gelombang.

Pertama, pada 3 Mei 2021 sebanyak 17 orang dan pada 8 Mei 2021 sebanyak 59 orang.

"Saat ini, para WNI dalam keadaan sehat dan telah menjalani protokol kesehatan berupa tes PCR dan sedang menjalani karantina 14 hari," tulis keterangan tersebut.

Selanjutnya, KBRI Phnom Penh juga berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Kamboja untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai hukum setempat.

Selain itu, Kemlu dan KBRI Phnom Penh akan terus mengawal kasus tersebut, termasuk memenuhi hak-hak para PMI dan memfasilitasi pemulangan mereka ke Indonesia.

"Kemlu juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum Indonesia untuk penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab memberangkatkan para PMI ke Kamboja," tegas pernyataan itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "76 Pekerja Migran Indonesia Berhasil Bebas Setelah Disekap Perusahaan di Kamboja".

Baca juga: Wow, Ibu di Mali Afrika Ini Lahirkan 9 Bayi Sekaligus. Ditangani 10 Dokter dan 25 Paramedis

Baca juga: Sudah Diamankan, Pengemudi VW yang Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Prambanan Ternyata Masih 16 Tahun

Baca juga: 4.706 Kendaraan Diputarbalikkan saat Berusaha Masuk Jateng, Terbanyak di Brebes dan Wonogiri

Baca juga: Hantu-hantu Cilik Gentayangan di Perempatan Kramalan Batang, Serukan Bahaya Petasan ke Pengendara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved