Breaking News:

Berita Batang

Hantu-hantu Cilik Gentayangan di Perempatan Kramalan Batang, Serukan Bahaya Petasan ke Pengendara

Ada yang tak biasa di sepanjang perempatan Kramalan, Kelurahan Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Minggu (9/5/2021) sore.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Sejumlah anak memakai kostum beserta riasan wajah hantu menyosialisasikan bahaya petasan di perempatan Kramalan, Kelurahan Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Minggu (9/5/2021) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Ada yang tak biasa di sepanjang perempatan Kramalan, Kelurahan Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Minggu (9/5/2021) sore.

Sejumlah anak terlihat memakai kostum beserta riasan wajah menyerupai hantu.

Meski terlihat menakutkan, mereka berusaha tersenyum ramah sambil membawa papan imbauan bertuliskan bahaya petasan.

Tak hanya itu, mereka juga membagikan masker beserta takjil kepada para pengendara yang melintas.

Baca juga: Lebaran, Layanan IGD dan Dokter Spesialis RSUD Kalisari Batang Dipastikan Tak Libur

Baca juga: Satu Orang Positif, Hasil Tes Acak di Rest Area Batang, Pemudik dari Jakarta Tujuan Tulungagung

Baca juga: Beri Komentar Tak Pantas di Facebook terkait KRI Nanggala 402, Pemuda di Batang Diciduk Aparat

Baca juga: Video Seorang Wanita Emosi Menunjuk Petugas Berseragam Polhut Viral di Batang, Ini Duduk Perkaranya

Ternyata, mereka adalah warga Dukuh Sulur, Kelurahan Karangasem Utara, Batang, yang berinisiatif melakukan sosialisasi bahayanya petasan.

"Ide ini muncul dari kelompok pemuda di dukuh kami. Kami prihatin atas apa yang menimpa beberapa anak di kota Pekalongan kemarin akibat ledakan petasan, bahkan ada korban meninggal," kata Ketua RT 4 RW 5 Dukuh sulur Karangasem Utara Andi Triyantoro.

"Untuk itu, kami berinisiatif mensosialisasikannya, karena biasanya ada agenda tahunan di dukuh kami setiap lebaran menyalakan petasan," imbuhnya.

Dikatakannya, anggaran yang biasanya untuk petasan menjelang Lebaran, kini digunakan untuk membeli masker dan takjil yang dibagikan kepada pengendara.

"Kami bagikan 500 takjil dari anggaran yang biasanya untuk membeli petasan untuk perayaan Lebaran agar bermanfaat. Tak lupa kami juga sosialisasikan prokes dengan membagikan masker," ujarnya.

Baca juga: Dapat Kejutan dari Gempi dan Gisel di Ulang Tahun Ke-39, Ini Reaksi Gading

Baca juga: Video Viral, Pengengemudi VW Tabrak Polisi di Pos Penyekatan di Prambanan Klaten

Baca juga: 632.000 Pemudik Mulai Masuk Jateng, Gubernur Ganjar: Tes Kesehatan Harus Sampai Tingkat RT RW

Baca juga: Viral di Twitter Efek Mabuk setelah Konsumsi Kecubung, Begini Penjelasan Peneliti LIPI

Kostum hantu dipilih agar menarik pengendara yang lewat. Selain itu, kostum tersebut merupakan ikon kampung yang selalu mendapatkan juara saat karnaval.

"Kostum hantu ini sekadar menarik perhatian pengendara, selain itu kami juga bangga karena itu menjadi ikon kampung kami dimana tiap tahunnya juara karnaval," imbuhnya.

Sementara, Kapolsek Batang AKP Akhmad Almunasifi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda Dukuh Sulur yang turut membantu menyosialisasikan bahaya petasan.

"Ini menjadi contoh yang baik. Sudah ada kejadian di kota tetangga. Untuk itu, perlu dipahami semua warga bahayanya petasan. Dari kami, jajaran Polsek Batang juga Muspika Batang, memberikan imbauan keseluruh warga bahwa hindari menyalakan petasan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved