Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Polisi Bongkar Penjualan Alat Tes Antigen Ilegal di Jateng, Ganjar: Tolong Usut Tuntas Kasus Ini

Polisi menetapkan seorang tersangka berinisial SPM (34) yang merupakan karyawan toko alat kesehatan yang berkantor di Jakarta.

PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat komentari soal kasus penjualan alat tes cepat antigen, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus penjualan alat tes cepat antigen yang tidak memiliki izin edar dan diduga tidak memenuhi persyaratan di Jawa Tengah berhasil dibongkar polisi.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Dia juga meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya apabila terbukti melakukan tindakan tidak benar.

Baca juga: H-7 Lebaran, Disnakertrans Jateng Terima 54 Aduan THR, Ini Tindaklanjutnya

Baca juga: Gubernur Jateng: Jangan Sampai Pejabat Minta Parsel, Apalagi Pungli Berkedok Zakat Seperti di Solo

Baca juga: 5 Perusahaan Ingin Mencicil Pembayaran THR, Disnaker Kota Semarang Minta Bersepakat dengan Buruh

Baca juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Pusponjolo Selatan Semarang, Kamar Sempat Dipenuhi Asap

"Saya kira perlu untuk dicek lebih dalam karena itu problemnya (masalahnya) kan tidak ada izin edar," kata Ganjar saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, barang yang disita dari tersangka mungkin berkualitas, tetapi kualitas itu masih perlu dipertanyakan jika yang bersangkutan tidak memiliki izin edar.

"Mungkin barang berkualitas tapi kalau tidak ada izin edar apa iya kualitas itu benar apa tidak."

"Maka kami minta untuk dilakukan pengecekan, didalami, dan kalau ada tindakan tidak benar ya sudah hukum seberat-beratnya," kata Ganjar.

Seperti diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng membongkar kasus tersebut.

Polisi menetapkan seorang tersangka berinisial SPM (34) yang merupakan karyawan toko alat kesehatan yang berkantor di Jakarta.

Barang bukti yang disita dari tersangka antara lain 245 boks yang masing-masing berisi 25 unit alat tes cepat antigen merek Clungene, 121 boks alat tes cepat antigen merek Higtop, 10 boks alat tes cepat antigen jenis Saliva, dan 5.900 alat stik swab tidak berizin.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, tersangka ditangkap di Semarang setelah petugas mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan sejak Januari 2021 lalu.

Petugas kemudian melakukan undercover buy (pembelian terselubung) dan berhasil menangkap SPM.

Hasil pemeriksaan, alat tes antigen tanpa izin edar itu sudah diedarkan di wilayah Jawa Tengah sejak Oktober 2020 sampai Februari 2021.

"Kalau tidak punya izin edar jangan-jangan dipalsukan, jangan-jangan kualifikasi kesehatan tidak memenuhi persyaratan."

"Diedarkan di wilayah Jawa Tengah, di masyarakat umum biasa, klinik, dan rumah sakit," katanya. (*)

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Pengalihan Aset PT KAI di Purwokerto, Potensi Kerugian Capai Rp 8 Miliar

Baca juga: Tiba-tiba Ambruk saat Mengayuh Becak, Warga Kalimanah Purbalingga Ini Tewas sebelum Dibawa ke RS

Baca juga: PSK Buka Praktik di Rumah Warga di Bandungan Banjarnegara, Terbongkar saat Digerebek Satpol PP

Baca juga: Pengusaha Carica di Dieng Wonosobo Kembali Harus Gigit Jari Tahun Ini, Imbas Larangan Mudik Katanya

Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved