Penanganan Corona

Ganjar Sebut Ada Kesalahan SOP Bandara Ahmad Yani Semarang, Penumpang Positif Covid-19 Lolos Terbang

Ada informasi satu penumpang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Semarang yang lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) saat berbincang dengan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (6/5/2021).

Sidak dilakukan setelah ada informasi satu penumpang terkonfirmasi positif Covid-19 namun lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Ganjar pun mendatangi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara.

Kepada para petugas, Ganjar menanyakan kronologi penumpang positif Covid-19 tersebut.

Baca juga: Gubernur Jateng: Jangan Sampai Pejabat Minta Parsel, Apalagi Pungli Berkedok Zakat Seperti di Solo

Baca juga: Alhamdulillah, 211.455 Pengajar Keagamaan di Jateng Dapat Bantuan Insentif, Tiap Bulan Rp 100 Ribu

Baca juga: Gubernur Ganjar Serahkan 2.000 Paket Sembako, Hendi: Atas Nama Warga Semarang, Kami Berterima Kasih

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Sambangi GT Kalikangkung Semarang, Cek Kesiapan Pemberlakuan Larangan Mudik

"Itu yang kasus positif bagaimana, proses validasinya seperti apa?"

"Kenapa sampai nggak ketahuan kalau dia positif, padahal kalau mau naik harus menunjukkan surat itu," tanya Ganjar kepada petugas dalam keterangan video.

Seorang petugas KKP bernama Hevny mengatakan, proses validasi sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid-19.

Dari pihak KKP sudah memberikan tanda dengan cara melingkari kartu positifnya itu.

Tak puas dengan jawaban itu, ia menanyakan setelah diketahui positif, mengapa penumpang tidak ditahan di tempat itu untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

"Setelah ketahuan positif, kami beri tanda di surat keterangan kesehatannya."

"Setelah itu, kami sarankan penumpang isolasi mandiri," jawab Hevny.

Ganjar menegaskan bahwa standar prosedur atau SOP yang dilakukan salah.

Seharusnya, saat ada penumpang ketahuan positif Covid-19, penumpang itu harus ditahan di tempat itu dan tidak boleh ke mana-mana.

"Ini kan berarti dibiarkan."

"Ada SOP yang menurut kami keliru dan kami minta diperbaiki."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved