Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kudus

Bupati Kudus Minta Warga Dukung Normalisasi Sungai Gelis: Bisa Cegah Banjir dan Jadi Wisata Rafting

Normalisasi Sungai Gelis di Kabupaten Kudus diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir dan menciptakan destinasi wisata baru.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa/Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo memimpin rapat koordinasi penataan Sungai Gelis, di Command Centre, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Normalisasi Sungai Gelis di Kabupaten Kudus diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir dan menciptakan destinasi wisata baru.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, normalisasi Sungai Gelis sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir yang rutin terjadi setiap tahun.

"Untuk tradisi banjir, jangan sampai terjadi seperti tahun yang lalu," ujar Hartopo dalam rapat koordinasi penataan Sungai Gelis, di Command Centre Kudus, Selasa (27/4/2021).‎

Baca juga: KH HM Syaroni Meninggal Dunia, Ulama Kharismatik Asal Kudus, Ganjar Kenang Analogi Timnas Brazil

Baca juga: Capres Fiktif Nurhadi Diciduk Polres Kudus Pukul 10 Malam, Kini Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Baca juga: Dipanggil Satpol PP untuk Klarifikasi Pernyataan, DPRD Kudus Meradang

Baca juga: Hanura Usulkan 2 Nama untuk Isi Kursi Bupati Kudus, Keduanya Kader Partai

Terkait masih adanya permasalahan pembebasan lahan, Hartopo mengimbau warga mendukung rencana normalisasi itu.

Jika tidak maka banjir akan terus menghantui pemukiman warga, terutama pada saat musim penghujan.

"Biar nanti tugas BPN, bagaimana bareng-bareng kita keroyok untuk menyelesaikan masalah ini. Karena lahan masih dihuni masyarakat," ujarnya.

Padahal, normalisasi sungai Gelis memerlukan pelebaran hingga 60 meter dari kondisi saat ini, hanya 25 meter.

"Saya minta, dibentuk tim monitoring supaya berjalan lancar dan tidak ada warga yang keberatan," jelas dia.

‎Hartopo memiliki impian, Sungai Gelis nantinya juga menjadi destinasi wisata baru.

"Misalnya, wisata rafting. Di Kudus ini, secara kondisi alam sudah memenuhi. Rutenya, dari hulu sampai hilir," katanya.

Pihaknya juga meminta agar normalisasi sungai melibatkan perusahaan swasta agar memberikan dukungan lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

‎"Harapannya, ada keterlibatan swasta untuk memberikan dukungan berupa CSR," kata dia.‎

‎Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Muhammad Adek Rizaldi‎ mengatakan, masih ada sedikitnya 82 hektare lahan yang tidak bisa dinormalisasi karena sudah bersertifikat hak milik.

"Permasalahan saat ini karena masih menyisakan ada beberapa lahan yang sudah terbit sertifikatnya," kata dia.

Padahal, pihaknya harus melakukan normalisasi sungai ‎yang lebarnya mencapai 60 meter dari sungai.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 28 April 2021 Rp 971.000 Per Gram

Baca juga: Simpan 29 Bungkus Bubuk Mercon, Warga Kedungwuni Pekalongan Diamankan Polisi. Dikenakan Wajib Lapor

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-16 di Purbalingga, 28 April 2021

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-16 di Banyumas, 28 April 2021

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved