Berita Jawa Tengah
Alhamdulillah Sudah Terjual Hingga 2.000 Paket, Program Parsel Lebaran UMKM di Jateng
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menjelaskan, ada tiga produk parsel yang ditawarkan dalam program yang digagas Gubernur.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng menggalakkan program belanja produk parsel Lebaran dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Gerakan ini didasari niat untuk menyerap produk pengusaha kecil, jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Tujuannya, untuk membantu penjualan pengusaha UMKM, di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Gubernur Jateng Undang Tim Peneliti Vaksin Nusantara, Ganjar: Ingin Tahu Sampai Mana Progresnya
Baca juga: Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali, Ini Doa Gubernur Ganjar Pranowo
Baca juga: Biar Tidak Salah Menafsirkan, Ini Maksud Pengecualian Larangan Mudik di Wilayah Aglomerasi Jateng
Baca juga: Gubernur Jateng Memaknai Hari Bumi: Perlu Kearifan Mengelola Hingga Memulihkannya
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 2.000 paket yang terbeli oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), BUMD maupun BUMN.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menjelaskan, ada tiga produk parsel yang ditawarkan.
Yakni paket Sukkari senilai Rp 300.000, paket Medjool senilai Rp 400.000 dan paket Ajwa senilai Rp 500.000.
Di dalam paket parsel tersebut terdapat 10 hingga 14 produk, seperti abon, rengginang, emping, sirup jahe, kopi, stik sayur, serundeng, keripik talas, hingga bandeng kaleng.
Adanya gerakan belanja produk UKM Jawa Tengah ini direspon baik dari berbagai lingkup OPD Provinsi Jawa Tengah.
"Pak Gubernur juga beli yang paket Rp 500 ribu beli lima belas, pokoknya banyak pak Gub itu."
"Pokoknya kalau tidak 15, 20 ya 30 paket belinya, kalau tidak salah ingat."
"Ya Paket Ajwa, Medjool sama Sukkari dibeli semua," ungkap Ema melalui sambungan telepon, Jumat (23/4/2021).
Ema mengatakan, selain di OPD Pemprov Jateng, gerakan ini juga dilakukan di lembaga keuangan, yang dikomandoi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ke depan, program ini diharapkan diadopsi dengan event yang berbeda.
"Ide awalnya dari Pak Amman OJK, yang ingin membantu penjualan dari UKM."
"Ini sebagai bentuk karikatif (bantuan kepedulian), di masa Lebaran kan banyak membutuhkan."