Breaking News:

Berita Kudus

Sajadah Motif Batik Kudus Mulai Diburu, Paling Laku Bermotif Parijoto Dilengkapi Kaligrafi

Pemilik Batik Muria, Yuli Astuti mengatakan, permintaan sajadah, sarung, dan mukena bermotif batik, sedang meningkat.

TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pekerja Batik Muria tengah membuat sajadah, sarung, dan mukena bermotif batik di bengkel produksi mereka di Kudus, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Permintaan perlengkapan salat bermotif batik melonjak tajam di awal bulan Ramadan. Pemilik Batik Muria, Yuli Astuti mengatakan, permintaan sajadah, sarung, dan mukena bermotif batik, sedang meningkat.

Bulan suci Ramadan, membawa keberkahan tersendiri bagi pelaku usaha batik untuk tetap eksis di tengah pandemi.

"Peningkatannya 60-70 persen selama bulan Ramadan. Sejak awal bulan Ramadan‎ sudah ramai pesanan," ujar dia, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Gudang Kapuk di Kandangmas Kudus Terbakar, Api Diduga dari Petasan

Baca juga: Semua Guru di Kudus Bakal Terima Vaksin Covid-19, Vaksinasi Ditarget Rampung Juli

Baca juga: Rayakan Hari Kartini, Istri Bupati Kudus Ajak Remaja Putri Tuntaskan Pendidikan dan Tak Nikah Dini

Baca juga: Sidak Layanan RSUD Dr Loekmono Hadi, Bupati Kudus Minta Tak Ada Lagi Petugas Berbicara Kasar

‎Menurutnya, batik yang dibuat merupakan batik kudusan yang memiliki motif parijoto, cengkih, dan lain sebagainya.

Namun, karena batik yang dibuat kali ini dipakai untuk‎ ibadah maka ditambahkan motif kaligrafi.

"Motifnya parijoto tetapi ada tambahan ornamen kaligrafi yang paling banyak disukai konsumen," jelas dia.

‎Permintaan perlengkapan ibadah itu paling banyak berasal dari Jakarta, Makassar, dan Kabupaten Kudus.

Sayangnya, dia belum bisa memproduksi banyak karena bersamaan dengan pesanan batik seragam sekolah.

"Kebetulan, kami juga sedang mengerjakan seragam sekolah jadi untuk produksinya dibatasi," ujar dia.

Saat‎ ini, sajadah dan sarung batik sudah mencapai 100 sampai 200 buah yang telah terjual ke pasaran, selama bulan Ramadan.

"Permintaan ini diprediksikan bakal meningkat, kemungkinan sampai ‎Lebaran," ujar dia.

Baca juga: Polresta Banyumas Sita 35 Gula Rafinasi Ilegal, Diedarkan Setelah Dioplos dengan Molase

Baca juga: 5 Pemuda di Wonosobo Ditangkap Polisi, Jual dan Simpan Bahan Pembuat Petasan

Baca juga: Gudang Kapuk di Kandangmas Kudus Terbakar, Api Diduga dari Petasan

Baca juga: Lolos Penyekatan, Pemudik di Kota Semarang Wajib Jalani Karantina 5 Hari di Rumah Dinas Wali Kota

Di tempat Yuli, harga sajadah batik dijual Rp 125 ribu per buah. Sedangkan sarung, dibanderol Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu per buah.

Saat ini, produk yang dijual masih menggunakan pewarna sintetis. Namun, pihaknya juga menerima kustomisasi pewarna alam.

"Warnanya sintetis untuk menekan biaya di tengah pandemi tapi kalau ada yang kustom warna alam, bisa," jelas dia.

Beberapa produk yang diminati kebanyakan berwarna terang, semisal hijau, kuning, biru, dan merah. (Raka F Pujangga)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved