Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Cerita Petani Berlomba Budidaya Porang, Bisa Mendadak Jadi Miliader, Dahulu Dianggap Tanaman Liar

Porang biasanya dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai untuk bahan baku industri semisal kosmetik, pengental, lem, hingga mie ramen.

TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Tanaman porang yang dibudidayakan Sudadi, petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Porang kini sedang bahkan mendadak jadi primadona para petani di Indonesia.

Tanaman yang dahulu dianggap sebagai tumbuhan liar bisa membuat banyak petani ini menjadi miliarder. 

Tak heran, sekarang semakin banyak petani di sejumlah daerah yang membudidayakan porang.

Apalagi, di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung banyak dicari.

Ketut Sukarya, misalnya.

Petani kopi asal Tabanan, Bali, ini sekarang juga membudidayakan porang.

Baca juga: Digelar Dua Hari, Uji Coba PTM Siswa Kelas VI SD di Karanganyar, Bagian Persiapan Ujian Sekolah

Baca juga: Kelompok Tani Dapat Pinjaman Dana Talangan di Kebumen, Totalnya Capai Rp 1,5 Miliar

Baca juga: Kedua Tersangka Sudah Jual 30 Surat Bebas Covid-19, Harga Rp 200 Ribu, Sasar Sopir Truk di Cilacap

Baca juga: Mengintip Sejarah Masjid Tertua di Banyumas, Warga Menyebutnya Saka Tunggal, Dibangun 1288 Masehi

"Dahulu memang banyak tumbuh liar di kebun," katanya seperti dilansir dari Tribunjateng.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurut dia, saat ini banyak petani kopi di daerahnya yang membudidayakan porang.

Sebab, petani nyaris tidak perlu merawat apalagi memberi pupuk tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri itu.

Yang punya duit berlebih, Ketut mengungkapkan, menyewa lahan berhektare-hektare untuk ditanami porang.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved