Breaking News:

Berita Nasional

Data KSPI, 13 Perusahaan Belum Lunasi Cicilan THR 2020 kepada 1.487 Karyawan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, ada 13 perusahaan yang belum melunasi cicilan THR 2020.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi THR. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, ada 13 perusahaan yang belum melunasi cicilan tunjangan hari raya (THR) 2020 kepada 1.487 karyawannya.

Iqbal mengatakan, data ini diperoleh dari laporan Serikat Pekerja Nasional (SPN).

"Catatan di SPN, yang sampai belum lunas mencicil mencakup 1.487 karyawan, pekerja, yang THR-nya belum dilunasi dan masih dicicil belum lunas, 2021 masa mau dicicil lagi, meliputi kurang lebih 13 perusahaan," kata Iqbal dalam konferensi pers, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Tak Boleh Dicicil Lagi, Perusahaan Harus Bayar Penuh THR Tahun Ini

Baca juga: Status Karyawan Tak Jelas dan THR Belum Dibayarkan, Buruh PT Golden Flower Ungaran Demo

Baca juga: Soal SE Upah Minimum 2021 Tak Naik, KSPI Jateng: Kami Tunggu Kebijakan Pak Ganjar

Baca juga: Dipanggil Jokowi Jelang Pengesahan UU Cipta Kerja, Presiden KSPI Bantah Ditawari Posisi Wamen

Menurut Iqbal berdasarkan data SPN, di wilayah DKI Jakarta, ada sejumlah perusahaan yang masih mencicil THR karyawan tahun 2020.

Kemudian, di Banten, ada perusahaan yang sampai saat ini baru membayar THR karyawan tahun 2020 sebesar Rp 250.000.

"Di Jakarta saja, yang masih ngutang nunggak THR 2020 itu ada, THR-nya dibayar 75 persen, dicicil belum lunas," ujarnya.

Iqbal sangat menyayangkan pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hingga saat ini masih belum memberikan sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan terkait pembayaran THR.

"Faktanya, kami belum terima satu perusahaan pun yang dihukum atau diberi sanksi oleh Kemenaker," ujarnya.

Sebelumnya, Said meminta THR 2021 dibayarkan penuh, tidak lagi dicicil seperti tahun lalu.

Terlebih, masih ada perusahaan yang belum melunasi pembayaran THR tahun 2020.

"Masak, sekarang mau dicicil lagi, kapan lunasnya? Maka, kami minta tidak ada lagi yang namanya mencicil untuk bayar THR," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa 12 April, Perhitungan Berdasarkan Hisab Munjid

Baca juga: PSG Pati Kenalkan Jersey Home Musim 2021/2022 Bergambar Bandeng, Begini Filosifi dan Harganya

Baca juga: Jelang Ramadan, Bupati dan Ulama Ponpes di Purbalingga Ziarah Makam Leluhur. Ini Tujuannya

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Oprak Judi Togel Jelang Ramadan, Meja dan Catatan Rekapitulasi Nomor Dikukut

Menurutnya, serikat buruh berpegang pada pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan 24 perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang meminta pengusaha tahun ini berkomitmen membayar penuh THR karyawan.

Pihaknya meminta agar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah nantinya tidak menerbitkan surat edaran (SE) yang bertolak belakang dengan pernyataan Airlangga.

"Negara mengacu pada PP Nomor 78 Tahun 2015, itu belum dihapus, dan dalam aturan ini tidak ada disebut membayar THR itu mencicil," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KSPI: THR 1.487 Pekerja Belum Dilunasi 13 Perusahaan Sejak 2020".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved