Breaking News:

Berita Pati

Jelang Pilkades Serentak di Pati, Satgas Antijudi Amankan 15 Botoh bersama Uang Rp 182,6 Juta

Satgas Antijudi Pilkades dan Politik Uang Polres Pati meringkus 15 orang pelaku judi dalam pilkades atau yang biasa disebut botoh.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Mazka Hauzan Naufal
Konferensi pers kasus judi pilkades di Mapolres Pati, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Satgas Antijudi Pilkades dan Politik Uang Polres Pati meringkus 15 orang pelaku judi dalam pemilihan kepala desa (pilkades) atau yang biasa disebut botoh.

Mereka ditangkap di lima tempat kejadian perkara (TKP) berbeda, yakni Cluwak, Margorejo, Wedarijaksa, Tayu, dan Batangan, dalam kurun waktu 3-7 April 2021.

Di TKP Cluwak, tersangka yang dibekuk polisi ialah YE dan J. Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti uang Rp 4 juta.

Di Margorejo, polisi menangkap AR, SI, dan SP, dengan barang bukti Rp 96 juta.

Baca juga: Satgas Antijudi dan Politik Uang Polres Pati Dilantik, Siap Buru Pebotoh di Pilkades Serentak

Baca juga: 38 Calon Kades di Pati Berebut Suara dengan Anggota Keluarga, Bupati: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Baca juga: Tak Hanya HP, Petugas Temukan Wajan dan Kompor di Sel Napi Lapas Pati saat Penggeledahan

Baca juga: Tembok Gudang yang Dikerjakan Tiba-tiba Ambruk, Seorang Pekerja di Tlogowungu Pati Tewas Tertimpa

Di Wedarijaksa, polisi mengamankan A, M, SK, SG, dan N, dengan barang bukti uang Rp 57,6 juta.

Di Tayu, polisi mengamankan AP dan SN, dengan barang bukti uang Rp 6 juta. Dan, di Batangan, diamankan J, S, dan L, dengan barang bukti uang Rp 19 juta.

Para pelaku ini memanfaatkan momen pilkades serentak yang akan digelar Sabtu (10/4/2021) besok, sebagai wahana perjudian.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, dari tangan para pelaku, pihaknya menyita uang dengan total Rp 182,6 juta, sebagai barang bukti.

"Sebagian barang bukti disimpan di rekening bandarnya yang disebut mbanyu. Modusnya, setiap orang yang ingin memasang taruhan menaruh uang di bandar. Si bandar ini mendapat fee dari uang yang dipertaruhkan tersebut," ujar dia dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Kamis (8/4/2021).

AKBP Arie mencontohkan, di TKP Margorejo, terdapat dua penjudi yang masing-masing memasang uang taruhan Rp 50 juta. Sehingga, totalnya Rp 100 juta. Dari jumlah tersebut, bandar mendapat komisi Rp 4 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved