Breaking News:

Berita Pati

Satgas Antijudi dan Politik Uang Polres Pati Dilantik, Siap Buru Pebotoh di Pilkades Serentak

Sejumlah 58 personel Satgas Antijudi dan Politik Uang resmi dilantik Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat, Rabu (31/3/2021).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Mazka Hauzan Naufal
Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Styafaat melantikk 58 personel Satgas Antijudi dan Politik Uang jelang Pilkades Serentak 2021, di Mapolres Pati, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Sejumlah 58 personel Satgas Antijudi dan Politik Uang resmi dilantik Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat, Rabu (31/3/2021).

Seremoni pelantikan di halaman Mapolres Pati ini disaksikan Bupati Pati Haryanto, Dandim Letkol Czi Adi Ilham Zamani, dan jajaran Forkopimda.

AKPB Arie mengatakan, Satgas Antijudi ini dibentuk untuk menjaga wilayah Pati tetap kondusif jelang pelaksanaan pilkades serentak, 10 April 2021 mendatang.

"Jadi, dalam mencegah kerawanan pilkades, kami melakukan beberapa hal. Antara lain, operasi miras dan pencegahan judi pilkades. Sebab, situasi yang tadinya aman bisa jadi rawan kalau warga terpengaruh judi pilkades atau botoh ini," kata dia seusai acara.

Baca juga: Satgas Kebo Landoh Sita Ratusan Miras, Cegah Dini Kerawanan Jelang Pilkades Serentak di Pati

Baca juga: Bupati Haryanto: Jangan Sampai Pilkades Serentak Justru Timbulkan Klaster Baru Covid-19 di Pati

Baca juga: Warga Juwana Pati Beli Uang Palsu Lewat Media Sosial, Dibelanjakan untuk Membayar HP

Baca juga: 38 Calon Kades di Pati Berebut Suara dengan Anggota Keluarga, Bupati: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Sementara, Bupati Pati Haryanto berterima kasih kepada Kapolres dan jajarannya, atas pembentukan Satgas ini.

Dia menilai, langkah ini baik, mengingat situasi pilkades memang rawan dimanfaatkan pelaku judi atau botoh.

"Mereka, para botoh ini, melakukan permainan untuk keuntungan pribadi. Kadang, situasi yang sudah aman dikacaukan oleh mereka. Kalau sudah terkontaminasi botoh, masyarakat yang semula hati nuraninya ingin memilih calon A, bisa berubah haluan," papar Haryanto.

Dia berharap, lewat pengerahan personel Satgas Antijudi ke desa-desa rawan, masyarakat akan takut terlibat dengan permainan botoh.

"Pengalaman tahun lalu, banyak yang ditangkap dan diproses hukum karena kasus judi pilkades," sebut Haryanto.

Ketika memberikan arahan pada para calon kepala desa (Cakades), Kamis (25/3/2021) lalu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sugino mewanti-wanti mereka untuk tidak coba-coba "bermain" dengan botoh atau pelaku judi pilkades.

Dia meminta para Cakades mengingatkan tim suksesnya terkait hal ini, supaya pengalaman pilkades serentak 2020 lalu tidak terulang.

"Dalam pilkades 2020 lalu, terdapat 90 lebih tersangka judi botoh. Tidak ada satu pun yang lolos dari hukuman. Vonisnya antara 1 sampai 1,5 tahun. Ini mohon dicatat dan perhatikan betul," ujar dia.

Baca juga: Harga Emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Semarang Pagi Ini, 31 Maret 2021 Rp 907.000 Per Gram

Baca juga: Jerit Pedagang Oleh-oleh Telur Asin di Jalan Pantura Tegal, Ancaman Bangkrut Tinggal Menunggu Waktu

Baca juga: Cari Korban di Mal di Kota Semarang, 4 Pelaku Gendam Gasak Uang Rp 90 Juta. Ditangkap saat Karaoke

Kompol Sugino berharap, seluruh cakades bisa mengikuti seluruh tahapan pilkades penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

"Jangan halalkan segala macam cara. Percuma kalau menang tapi menyisakan masalah," ucap dia.

Dia juga berpesan pada para cakades untuk mengendalikan massa pendukungnya, terutama supaya tidak muncul klaster baru penularan Covid-19. (mzk)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved