Breaking News:

Berita Pendidikan

71 Siswa SMP Putus Sekolah Selama Masa Pandemi, Disdik Blora: Sebagian Akibat Sistem Belajar Daring

Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Blora, Mahbub Djunaidi menyebut angka anak putus sekolah di Blora cukup tinggi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA
ILUSTRASI - Siswa di SMP Negeri 2 Blora mulai mengikuti pembelajaran tatap muka, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka diganti jarak jauh, istilah lainnya PJJ atau daring.

Hal itu berimbas pada 71 siswa jenjang SMP di Kabupaten Blora yang putus sekolah.

Kasi Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Blora, Slamet Dwi Cahyono mengatakan, data sebanyak itu pihaknya kumpulkan dari masing-masing SMP.

Baik itu sekolah negeri maupun swasta.

Baca juga: Insentif Guru Madin Dicairkan Lewat Kartu Blora Mengaji, Bupati: Nanti Kami Usulkan Naik Rp 1 Juta

Baca juga: Penjual Cilok Nyentrik di Blora, Masdi Kenakan Setelan Jas Berdasi Ala Pejabat Pemerintahan

Baca juga: 160 SD Sudah Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Blora: Sudah Seizin Bupati

Baca juga: Seleksi Perangkat Desa Diprotes, Diduga Ada Kecurangan, Ini Tuntutan Warga Kedungtuban Blora

Dari 95 SMP yang didata, 27 di antaranya siswa ada yang putus sekolah gara-gara PJJ.

Penyebab mengapa siswa SMP putus sekolah itu karena pernikahan dini.

Tercatat ada 10 siswa yang menikah.

Kemudian penyebab selanjutnya karena bekerja, jumlahnya ada 21 siswa.

Penyebab lainnya yakni siswa yang masuk ke dalam kelompok punk, jumlahnya ada 3 siswa.

"Kemudian ada juga siswa yang putus sekolah karena alasan selain itu."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved