Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Menyoal Impor Beras, Ini Pandangan Bupati dan Wakil Bupati Kendal

Harga gabah basah ada yang Rp 3.900 per kilogram hingga Rp 4.200 per kilogram saat ini di Kabupaten Kendal. Harga beras Rp 8.300 hingga Rp 12.000.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
DOKUMENTASI - Para pekerja memanen padi di Desa Jambearum, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Senin (8/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Terkait adanya rencana impor beras oleh Pemerintah Pusat, Bupati dan Wakil Bupati Kendal memiliki pandangan berbeda.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto masih menunggu bagaimana kelanjutan rencana tersebut oleh Pemerintah Pusat.

Dia memastikan, Pemkab Kendal akan mengambil kebijakan-kebijakan yang menguntungkan petani.

Artinya, tidak akan mengambil kebijakan yang kontra dengan kepentingan para petani.

Baca juga: Tak Terkendali saat Lewati Turunan di Kejobong Purbalingga, Mobil Pikap Berakhir di Kolam Ikan

Baca juga: Rumdin Masih Dirombak, Bupati Kendal Beserta Keluarga Masih Ngontrak di Langenharjo

Baca juga: SMK Negeri Jenawi Gelar Simulasi Ujian Sekolah, Sebagian Siswa Terkendala Sinyal

Baca juga: Dapat Hand Sanitizer-Masker dari Singapura, Pemkab Kendal Prioritaskan Sekolah dan Layanan Publik

"Terkait panen raya padi ini, kami akan cek langsung datanya (di Kendal)."

"Kami akan mengambil kebijakan yang menguntungkan petani, kebijakan yang pro dengan petani," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/3/2021).

Berbeda dengan pendapat Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki.

Menurutnya, sebagai pemerintah daerah sudah seharusnya mengambil sikap bijaksana dalam menudukung kebijakan Pemerintah Pusat.

Meskipun terkadang mengalami penolakan dari masyarakat, namun dengan tujuan untuk kebaikan bersama.

"Meskipun HKTI menolak, konteks berbicara pemerintah, kami harus tegak lurus."

Halaman
1234
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved