Berita Kriminal Hari Ini

Uang Hasil Jual Onderdil Mobil Buat Foya-foya, Perusahaan di Semarang Ini Merugi Rp 25,5 Juta

Pelaku telah menjual produk milik perusahaan dan melakukan penagihan ke toko atas penjualan produk tersebut di wilayah Surakarta.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
Shutterstock
ILUSTRASI pelaku kasus penggelapan ditangkap pihak kepolisian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Widodo (41), warga Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Hal itu lantaran dirinya terbukti telah menggelapkan uang hasil jualan produk milik perusahaan tempatnya bekerja. 

Pelaku bekerja di PT Mulya Mandiri Sakti Semarang.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang inspeksi mobil yang berkantor di Jalan Arteri Utara, Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Baca juga: Selama 2020, Pernikahan Dini di Kota Semarang Tembus 217 Kasus. Diduga Dipicu Sekolah Online

Baca juga: Ada Warga Terinfeksi Covid-19 seusai Divaksin, Dinkes Kota Semarang: Satu-satunya Pencegah adalah 5M

Baca juga: Alhamdulillah Negatif, Tes Antigen Pemain PSIS Semarang, Jumat Berangkat ke Solo

Baca juga: 10.740 Lansia Sudah Disuntik Vaksin, Jadi Target Prioritas Sasaran Dinkes Kabupaten Semarang

Akibat ulah pelaku, pihak perusahaan merugi hingga Rp 25,5 juta. 

"Pelaku ketahuan aksinya mulai Mei 2019."

"Kami sempat memediasi atas kasus itu." 

"Perusahaan menerima mediasi sehingga pelaku harus mengganti kerugiaan perusahaan." 

"Namun pelaku tak sanggup mengganti dan memilih kabur," terang Kapolsek Genuk, Kompol Subroto kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021).

Pihak kepolisan lantas memburu pelaku hingga akhirnya tertangkap di Kabupaten Demak belum lama ini. 

Kasus penggelapan tersebut bermula saat pelaku sebagai sales perusahaan area Surakarta dan sekitarnya. 

Pelaku telah menjual produk milik perusahaan dan melakukan penagihan ke toko atas penjualan produk tersebut. 

Produk perusahaan yang dijual pelaku berupa aki dan onderdil motor. 

Akan tetapi uang tagihan itu tidak disetorkan pelaku ke pihak perusahaan. 

Uang tersebut malah digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi. 

Polisi menyita barang bukti berupa tujuh lembar nota penjualan milik perusahaan PT Mulya Mandiri Sakti Semarang

Adapula 1 jam tangan merek Alexandre Christie warna silver harga ratusan ribu Rupiah yang dibeli tersangka hasil menggelapkan uang perusahaan. 

Uang sisanya digunakan pelaku untuk hidup berfoya-foya.

"Pelaku dijerat Pasal 374 dan atau 372 KUHP tentang perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan atau penggelapan," tandas Kapolsek. (Iwan Arifianto)

Baca juga: Rumah Totok Dibobol Maling, Siang Hari di Karanganyar, Perhiasan dan Handphone Istri Raib Digondol

Baca juga: Penyebabnya Karena Burung, Pelaku Emosi Hingga Patahkan Rahang Korban, Dua DPO Polres Karanganyar

Baca juga: Sekeluarga di Argopeni Kebumen Jadi Korban Pembacokan Tetangga, Seorang Tewas

Baca juga: Gaji Kades Berikut Perangkatnya Sudah Diatur di Perbup Kebumen, Berikut Besarannya Secara Rinci

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved