Berita Jawa Tengah

Bulog Pasti Beli Gabah Petani Karanganyar, Harganya Rp 4.200 per Kilogram

Kesanggupan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen para petani itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan telah ditandatangani bersama di Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
PEMKAB KARANGANYAR
ILUSTRASI - Pegawai Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mengecek kondisi gabah milik petani di Popongan Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (8/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Dispertan PP Kabupaten Karanganyar menggandeng Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani.

Seperti diketahui, hal itu menyusul turunnya harga jual di pasaran beberapa waktu ini. 

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroh menyampaikan, petugas di lapangan telah menghimpun data lahan persawahan yang belum memasuki masa panen.

Baca juga: Tangkap Oknum Pembuang Sampah Depan Gapura, Tiga Warga Gedongan Karanganyar Dapat Rp 2,5 Juta

Baca juga: Rumah Totok Dibobol Maling, Siang Hari di Karanganyar, Perhiasan dan Handphone Istri Raib Digondol

Baca juga: Penyebabnya Karena Burung, Pelaku Emosi Hingga Patahkan Rahang Korban, Dua DPO Polres Karanganyar

Baca juga: Konser Musik Belum Diizinkan di Karanganyar, Kapolres: Acuan Kami Masih Instruksi Bupati

Berdasarkan hasil pendataan, diperkirakan lahan yang belum memasuki masa panen itu dapat menghasilkan sekira 15 ribu ton.

"Bulog sanggup menyerap atau membeli gabah petani Karanganyar."

"Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp 4.200 per kilogram," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021). 

Lebih lanjut, kesanggupan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen para petani itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan telah ditandatangani bersama. 

Terpisah, Kasi Distribusi dan Cadangan Pangan Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Budi Sutrisno menambahkan, hingga saat ini ada beberapa lahan persawahan yang belum memasuki masa panen. 

Lahan tersebut berada di Kecamatan Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat.

Diperkirakan lahan persawahan di tiga kecamatan itu akan memasuki masa panen pada awal April 2021. 

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hasil gabah kering dari petani yang telah memasuki masa panen harga jualnya masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). 

"Sebagian besar masih di bawah HPP Rp 4.200 per kilogram."

"Rata-rata itu Rp 3.800 per kilogram," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021). 

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Cabang Surakarta, Nanang Harianto mengatakan, prinsipnya Bulog siap untuk membeli gabah hasil panen petani khusus Maret hingga April 2021. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved