Berita Jawa Tengah

Ini Alasan Disparbud Ambil Puluhan Batu Nisan Makam Stanagede Wonosobo, Lebih Aman di Museum

Sobarudin, Kadus Mojotengah membenarkan bila Disparbud Kabupaten Wonosobo telah mengambil puluhan batu nisan di Makan Stanagede pada 2 Maret 2021. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pengambilan puluhan batu nisan di Makam Stanagede, Dusun Mojotengah, Desa Mojosari, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, sempat terjadi polemik di masyarakat setempat.

Sebagian orang atau peziarah menyayangkan langkah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo itu. 

Baca juga: Peziarah Protes, Batu Nisan Kuno di Makam Stanagede Diambil Disparbud Wonosobo

Baca juga: Kisah Sukses Tukiyo, Tanam Jahe Merah di Polybag, Warga Wonosobo Ini Kewalahan Penuhi Permintaan

Baca juga: Modal Data Temuan BPK, Wartawan Internal Publik Peras Kepala DPUPR Wonosobo

Baca juga: Pria Bermasker Todongkan Pistol ke Teller Bank Wonosobo, Gondol Uang Rp 100 Juta

Sobarudin, Kadus Mojotengah membenarkan bila Disparbud Kabupaten Wonosobo telah mengambil puluhan batu nisan di Makan Stanagede pada 2 Maret 2021. 

Tetapi pihaknya berdalih, pengambilan batu nisan di makam keramat itu sudah melalui prosedur benar. 

Sebelum mengambil batu nisan, Disparbud Kabupaten Wonosobo bersama pemerintah kecamatan, Polsek, dan Koramil telah menggelar pertemuan.

Kegiatan itu digelar di aula kantor kecamatan, pada Selasa (2/3/2021).

Pemdes Mojosari juga ikut dalam rapat itu. 

Di situ muncul keputusan untuk memindahkan batu-batu nisan di Makam Stanagede yang diduga sebagai benda cagar budaya. 

"Ini hasil kesepakatan pemerintah desa dengan dinas terkait, bukan tanpa prosedur," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (17/3/2021). 

Sobarudin mengatakan, pemindahan batu nisan di Makam Stanagede bertujuan untuk menyelamatkan benda bersejarah itu dari ancaman kerusakan.

Langkah itu sekaligus untuk mengamankan batuan itu dari tangan jahil manusia. 

Lokasi makam yang berada di alam terbuka membuat pengawasan terhadap benda-benda purbakala itu sulit.

Keberadaan benda kuno di tempat umum itu pun rawan aksi pencurian.

Tak ayal, menurut Sobarudin, sebagian batu nisan di makam Stanagede dalam beberapa tahun terakhir sebagian hilang diduga dicuri. 

Dia menyebut setidaknya tujuh batu berbentuk Lingga dan satu batu berbentuk Meru telah raib.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved