Berita Kriminal Hari Ini

Buruh Lepas Ini Coba Hibur Diri Bermain Judi Qiu-qiu, Pusing Karena Tak Ada Kerjaan

S ditangkap pihak kepolisian bersama empat orang rekannya saat bermain qiu-qiu di lahan parkir sekolah pada Sabtu (20/2/2021) malam. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Kasus perjudian di wilayah hukum Polres Karanganyar, Selasa (16/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Buruh harian lepas asal Desa Alastuo, Kecamatan Kabupaten Karanganyar berinisial S (41) bermain judi jenis qiu-qiu bersama rekannya karena pusing tidak ada kerjaan.

Sebelumnya S bekerja sebagai buruh di sebuah proyek bangunan.

Namun karena pandemi, dia tidak bekerja lagi di proyek bangunan tersebut.

Lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, S lantas memutuskan bermain judi. 

Baca juga: Penyebabnya Karena Burung, Pelaku Emosi Hingga Patahkan Rahang Korban, Dua DPO Polres Karanganyar

Baca juga: Jalan Penghubung Antar Desa Kini Sudah Bisa Dilalui, Pasca Longsor di Jatiyoso Karanganyar

Baca juga: Konser Musik Belum Diizinkan di Karanganyar, Kapolres: Acuan Kami Masih Instruksi Bupati

Baca juga: Segerakan Vaksinasi Terhadap Guru! Berikut Alasan Bupati Karanganyar

S ditangkap pihak kepolisian bersama empat orang rekannya saat bermain qiu-qiu di lahan parkir sekolah pada Sabtu (20/2/2021) malam. 

"Modalnya paling Rp 2 ribu, dapatnya paling banyak Rp 100 ribu."

"Uangnya buat kebutuhan rumah."

"Itu tidak janjian, tahu-tahu ada yang kumpul."

"Pikiran pusing, ya ikut main saja," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (16/3/2021). 

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla mengungkapkan, sebelumnya anggota juga menangkap empat orang yang kedapatan bermain qiu-qiu di rumah warga di Kecamatan Kebakkramat.

Di dua lokasi, polisi menangkap sembilan orang.

Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kartu, uang Rp 1,6 juta, dan dua tikar yang digunakan sebagai alas duduk.

Lebih lanjut, pengungkapan kasus ini berdasarkan infromasi dari masyarakat. 

"Mari sama-sama mencegah penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah Karanganyar."

"Identitas dari yang memberikan infomasi akan kami lindungi," ungkapnya. 

Atas perbuatannya, para pelaku diancam Pasal 303 KUHP, hukuman paling lama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 25 juta. (Agus Iswadi)

Baca juga: Revisi Perda RTRW Tak Kunjung Selesai, Pengamat Ekonomi Unsoed Purwokerto: Pemkab Cilacap Merugi

Baca juga: Calon Pengantin Wajib Tanam Dua Pohon, Regulasi Pemkab Kebumen, Ini Alasan Bupati Arif Sugiyanto

Baca juga: Penyebabnya Karena Burung, Pelaku Emosi Hingga Patahkan Rahang Korban, Dua DPO Polres Karanganyar

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Gratis SMK Negeri Jateng Sudah Dibuka, Berikut Tahapannya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved