Jumat, 24 April 2026

Berita Jawa Tengah

Gudang Bulog Blora Siap Serap Gabah Petani Rp 5.300, Ini Syarat dan Ketentuannya

Kepala Gudang Bulog Blora mengatakan, ketentuan serapan gabah seharga Rp 5.300 kadar air 14 persen dan hampa kotoran maksimal 3 persen.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Blora Arief Rohman memimpin rapat koordinasi harag gabah dan distribusi pupuk di Setda Blora, Senin (15/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Gudang Bulog Kabupaten Blora siap menyerap gabah petani seharga Rp 5.300.

Hal itu disampaikan Kepala Gudang Bulog Blora, Budi Sulistiyono dalam rapat koordinasi membahas harga gabah dan distribusi pupuk di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora, Senin (15/3/2021).

Budi mengatakan, ketentuan serapan gabah seharga Rp 5.300 kadar air 14 persen dan hampa kotoran maksimal 3 persen.

Baca juga: Maling Motor Ini Lagi Apes, Alami Kecelakaan Saat Kabur Seusai Tipu Tukang Ojek di Todangan Blora

Baca juga: Yoyok Gasak Belasan Handphone di Blora, Herdiansyah Tak Menyangka Teman Sendiri Bisa Setega Itu

Baca juga: Aku Kesetrum! Teriakan Korban Sebelum Meninggal, Santri Kesetrum Saat Ngecas Handphone di Blora

Baca juga: Pakai Mobil Dinas Bupati Blora Buat Acara Pernikahan? Gampang Tidak Pakai Ribet, Begini Prosedurnya

"Penyerapan gabah akan kami tindaklanjuti dengan mengadakan rapat serapan gabah dengan 13 mitra Bulog di Kabupaten Blora," ujar Budi Sulistiyono kepada Tribunbanyumas.com, Senin (15/3/2021).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman berikut wakilnya Tri Yuli Setyowati menginginkan langkah taktis dalam upaya serapan gabah yang saat ini harga di kalangan petani sedang berada di titik nadir.

Selain itu, Arief juga berharap dari rapat tersebut melahirkan solusi distribusi pupuk agar petani mudah mendapatkannya.

"Kami mohon masukannya, dari Tim KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) dan Bulog, tolong beri masukan dan pendapatnya."

"Langkah-langkah penyerapan gabah seperti apa yang dapat dilakukan untuk menyerap panenan petani."

"Karena sebagian petani di Blora saat ini sudah memasuki masa tanam kedua."

"Harapannya setelah rapat ini dapat diambil rekomendasi terbaik untuk petani di wilayah Blora, baik itu untuk penyerapan gabah maupun distribusi pupu," ujar Arief.

Sementara itu, Ketua KP3 Kabupaten, Komang Gede Irawadi mengapresiasi respons cepat dalam menangkap kegelisahan petani atas turunnya harga gabah serta distribusi pupuk di masa tanam kedua.

"Kami sangat bersyukur."

"Beberapa kali kami telah membuat jadwal turun ke lapangan, dan untuk hasil aspirasi warga masyarakat."

"Tolong Kepala Dinas Pertanian untuk memberikan penjelasan soal gabah dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM untuk memberikan penjelasan terkait distribusi pupuknya," kata Komang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti mengatakan, masa panen raya untuk wilayah Blora jatuh pada bulan ini.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved