Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Omzet Budi Bisa Capai Rp 75 Juta Tiap Bulan, Warga Salatiga Ini Cuma Andalkan Jual Tanaman Hias

Budi yang sejak 2005 menjadi pembudidaya tanaman hias di Salatiga ini mendapat untung cukup besar sejak adanya pandemi virus corona. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Budi Santoso menunjukkan sejumlah jenis tanaman hias hasil budidaya di Sentra Tanaman Hias Nobo Ngremboko, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (10/3/2021). 

"Karena ada banyak jenisnya, seperti twister, mangkok, dan sebagainya bentuk daunnya."

"Semakin unik motif atau bola daun itu, harganya tambah mahal," katanya.

Budi menyatakan, di tempatnya membudidayakan tanaman hias mulai jenis antorium, aglonema, red Sumatera, sutan Brunei, keladi, dan stardas.

Harga jualnya pun beragam dari termurah Rp 15 ribu sampai Rp 500 juta.

Pihaknya menyebutkan, tingginya harga tanaman hias dipengaruhi sulitnya membuat persilangan.

Tidak jarang untuk menghasilkan jenis tanaman yang sehat serta bentuk bagus membutuhkan berulangkali persilangan bibit. 

"Misalnya warna daun tidak hanya hijau atau kuning yang dominan."

"Tetapi bisa warna-warni mirip pelangi dan itu biasanya diburu penghobi tanaman hias," ujarnya.

Ketua Pembina Komunitas Tanaman Hias "Nobo Ngremboko" itu menjelaskan, ekonomi keluarganya yang sempat terganggu akibat pandemi, dari berjualan tanaman hias diakuinya sangat membantu. 

Meski demikian, uang hasil berjualan tanaman hias tidak hanya dipakai kebutuhan keluarga, tetapi sebagian untuk modal kembali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved