Breaking News:

Berita Nasional

Kalah di Tingkat Banding, Benny Tjokro Divonis Hukuman Seumur Lagi di Kasus Korupsi Jiwasraya

Dalam putusan Pengadilan Tipikor, Benny tak hanya dipidana penjara seumur hidup tetapi juga pidana tambahan, yakni membayar Rp 6 triliun.

ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Beny Tjokrosaputro bersiap menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro yang mengajukan banding dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dalam putusan Pengadilan Tipikor, Benny tak hanya dipidana penjara seumur hidup tetapi juga pidana tambahan, yakni membayar uang pengganti sejumlah Rp 6,078 triliun.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 29/Pid.Sus/TPK/2020/PN.Jkt.Pst. tanggal 26 Oktober 2020 yang dimintakan banding tersebut," demikian bunyi amar putusan yang dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Beny Tjokro Divonis Seumur Hidup Kasus Korupsi Jiwasraya, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 6 Triliun

Baca juga: Setelah Mencuatnya Kasus Jiwasraya dan Asabri, Menteri BUMN Erick Thohir Sering Dapat Ancaman

Baca juga: Mahfud MD Cium Skandal Mega Korupsi di Asabri. Nilainya Fantastis, Tak Kalah dari Jiwasraya

Baca juga: Jadi Sponsorship Manchester City, Jiwasraya Gelontorkan Rp 13,5 Miliar, Ini Rinciannya

Selain itu, majelis hakim banding juga menetapkan agar Benny Tjokro tetap ditahan.

Terakhir, Benny dibebankan untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan. Putusan banding dengan nomor 7/PID.TPK/2021/PT DKI tersebut dibacakan pada 26 Februari 2021.

Majelis hakim yang mengadili kasus banding ini terdiri dari Singgih Budi Prakoso selaku ketua, Muhamad Yusuf dan Mohammad Lutfi selaku anggota.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan, Benny Tjokro terbukti bersalah melakukan korupsi hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,807 triliun.

Selain itu, Benny juga dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Diketahui, sama seperti Benny, PT DKI juga menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Dengan begitu, Heru tetap divonis penjara seumur hidup dan membayar uang pengganti sebesar Rp 10,73 triliun dalam kasus Jiwasraya.

Baca juga: Tebus Murah, Cukup Bayar Rp 3,6 Juta Sudah Dapat Ponsel Vivo Y51 dan Ear Buds T20 Robot

Baca juga: Jenis Kelaminnya Sempat Diragukan Akibat Hipospadia, Prajurit TNI Aprilia Manganan Dipastikan Pria

Baca juga: 79 Akun Media Sosial Kena Semprit Polri, Kedapatan Unggah Konten Bermuatan SARA

Baca juga: KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Anak Sekolah Dapat Vaksin Covid? Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang

Terdapat empat terdakwa lain di kasus ini, yakni mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Mereka juga dijatuhi vonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Namun, belakangan, PT DKI Jakarta mengubah hukuman Hary Prasetyo menjadi 20 tahun penjara.

Hary juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan dalam putusan banding. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro di Kasus Jiwasraya".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved