Berita Tegal Hari Ini
Mumpung Jalingkut Belum Diresmikan, Warga Pesisir Kota Tegal Manfaatkan Jalan Buat Jemur Rebon
Bahkan beberapa masyarakat di Kelurahan Muarareja, hingga menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal dan Brebes.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Musim rebon menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di pesisir Kota Tegal.
Masyarakat yang biasanya mengolah ikan asin, sebagian beralih mengolah rebon untuk dijadikan bahan pembuatan terasi.
Bahkan beberapa masyarakat di Kelurahan Muarareja, hingga menjemur rebon di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) penghubung Tegal dan Brebes.
Baca juga: Ini Pemicu Konflik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Gubernur Ganjar: Keduanya Sudah Rapat Bareng
Baca juga: Mulai 1 Maret, Dishub Kabupaten Tegal Gratiskan Uji KIR bagi Angkutan Umum. Ini Persyaratannya
Baca juga: Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Pedagang di Pasar Trayeman Slawi Tegal Akhirnya Bikin Tempe Ekomis
Baca juga: Terlihat Ngobrol di Acara Pembukaan TMMD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Sudah Akur?
Lokasinya ada di wilayah Kelurahan Pesurunganlor, Kota Tegal.
Satu di antaranya seperti yang dilakukan oleh Narti (27).
Ia memilih menjemur rebon di Jalingkut supaya proses pengeringannya lebih cepat.
Narti mengatakan, rebon hasil tangkapan nelayan meningkat lagi dalam sepekan terakhir.
Ia pun baru seminggu rutin menjemur rebon di Jalingkut.
Selain dia, ada empat pengelola bahan terasi yang ikut menjemur Jalingkut Kota Tegal.
"Ada lima orang termasuk saya yang jemur di sini."
"Selagi belum diresmikan, jalannya kami manfaatkan."
"Kalau sudah diresmikan ya enggak," kata Narti kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/3/2021).
Narti mengatakan, musim rebon menjadi berkah baginya dan masyarakat pesisir lainnya.
Karena penghasilan menjual bahan terasi lebih banyak daripada penjualan ikan asin.
Paling banyak dalam sehari produksi mencapai 1 kuintal bahan terasi.
Setelah itu bahan terasi dikirimkan ke perusahaan pengolah terasi di Suradadi, Kabupaten Tegal.
"Ini bahan terasi harganya juga lagi lumayan."
"Sekarang harganya Rp 17 ribu per kilogram," jelasnya.
Seorang pekerja penjemur rebon, Sukir (42) mengatakan, sebagian masyarakat ramai menjemur rebon di jalan baru sepekan terakhir.
Dia mengatakan, Jalingkut memang menjadi tempat menjemur tahunan.
Itu pun karena Jalingkut penghubung Tegal dan Brebes belum diresmikan.
"Jemur di sini tahunan, paling dua sampai tiga bulan."
"Karena belum difungsikan juga," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)
Baca juga: Cerita Mamat Si Perawat Luka Asal Banjarnegara, Kerap Berikan Tinggalan Uang Guna Kebutuhan Pasien
Baca juga: Bocah Asal Badarkaya Banjarnegara Hilang Terbawa Arus Sungai saat Mandi, 3 Regu SAR Dikerahkan
Baca juga: Pria Bermasker Todongkan Pistol ke Teller Bank Wonosobo, Gondol Uang Rp 100 Juta
Baca juga: Cuma Punya Waktu Tiga Tahun, Bupati Afif Nurhidayat Prioritaskan Benahi Infrastruktur di Wonosobo