Breaking News:

Berita Pati

Cukup Tunjukkan Kartu Tanda Anggota NU, Pasien Dapat Diskon Hingga 20% saat Berobat di RSI Pati

Pemilik Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Kabupaten Pati bisa mendapatkan diskon biaya pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Ketua PCNU Kabupaten Pati Kiai Yusuf Hasyim ditemu di Kantor PCNU Pati, Sabtu (27/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pemilik Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Kabupaten Pati bisa mendapatkan diskon biaya pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim ketika ditemui di sela Sarasehan Menatap Masa Depan NU Kabupaten Pati dalam rangka memperingati hari lahir ke-98 NU di Kantor PCNU Pati, Sabtu (27/2/2021).

"Kartanu itu, selain sebagai identitas bahwa yang bersangkutan merupakan warga jam’iyyah NU Pati, juga memiliki manfaat lain, sesuai program yang kami sinkronkan dengan Kartanu," kata Kiai Yusuf Hasyim.

Baca juga: Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Presiden Jokowi Puji Peran NU dalam Pembangunan dan Jaga Toleransi

Baca juga: Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu, Lazisnu Blora Biayai Sekolah hingga Beri HP untuk Belajar Daring

Baca juga: Penanganan Covid-19 Klaster Ponpes, Sekretaris RMI PWNU Jateng: Ponpes Harus Dilihat sebagai Subjek

Ia menambahkan, pada 31 Januari lalu, bertepatan dengan peringatan Harlah ke-95 NU (penghitungan tahun masehi), pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama RSI Pati terkait program Kartanu Sehat.

"Kartanu bisa digunakan sebagai kartu sehat, bisa mendapat layanan khusus di RSI Pati dengan diskon sampai sekira 20 persen," jelas dia.

Kiai Yusuf Hasyim menuturkan, ke depan, Kartanu juga bisa berfungsi sebagai Kartanu Belanja, Kartanu Invest, juga Kartanu Cerdas di bidang pendidikan.

"Kartanu cerdas mungkin bisa kami gunakan juga untuk layanan beasiswa di perguruan-perguruan tinggi yang kami sinergikan dengan PCNU," jelas dia.

Ia menuturkan, untuk mendapatkan Kartanu, warga NU harus terlebih dahulu terdata dalam Sistem Informasi Strategis NU (SISNU).

"Di Pati, pendataan atau sensus warga NU mulai berjalan. Baru sekitar empat bulan ini, sudah terdata sekitar 90 ribu warga NU. Itu yang sudah lengkap datanya, meliputi profesi dan pendidikan. Insyaaallah, itu akan jadi basis data pemetaan bagi kami untuk menentukan program prioritas bagi warga NU," tandas Kiai Yusuf Hasyim. (*)

Baca juga: Gubernur Sulsel Nurdin Resmi Jadi Tersangka, Diduga Terima Suap Rp 5,4 M dari Beberapa Kontraktor

Baca juga: Budhi Sarwono: Kami Mau Saja Perbaiki Jalan Provinsi Maupun Nasional di Banjarnegara, Ini Syaratnya

Baca juga: 11 Hari Seusai Bupati Ciamis Disuntik Vaksin, Dinyatakan Positif Tanpa Gejala, Termasuk Wakilnya

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Muhammad Thohir Tewas Terserempet Kereta, Anggota DPRD Kendal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved