Berita Banjarnegara Hari Ini
BPS: Kondisi Ekonomi di Banjarnegara Lebih Baik Dibanding Provinsi Maupun Nasional
Pada 2020, disamping fokus melaksanakan program penanganan Covid-19, Pemkab Banjarnegara tetap berusaha memenuhi janji yakni infrastruktur.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pemkab Banjarnegara menggelar talkshow “Ngobrol Bareng tentang Membangun Ekonomi Banjarnegara di Masa Pandemi” memperingati Hari Jadi ke-450 Banjarnegara, di Pendapa Dipayuda, Kamis (25/2/2021).
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, wabah pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi kondisi perekonomian pada 2020 secara global.
Baca juga: Jumat, Puncak Acara Peringatan Hari Jadi Ke 450 Kabupaten Banjarnegara Diisi Pengajian Gus Miftah
Baca juga: Kisah Pencuri Makanan yang Babak Belur Dimassa, Kini Nyantri di Ponpes Alif Baa Banjarnegara
Baca juga: Belajar dari Peristiwa Pekerja Tersengat Listrik di Banjarnegara, PLN: Tolong Lapor Biar Aman Semua
Baca juga: Pulang PKL Plesir ke Baturraden, Remaja Asal Banjarnegara Tenggelam di Curug Telu
Tetapi Pemkab Banjarnegara berkomitmen tetap membangun infrastruktur dengan anggaran besar.
“Pada 2020, disamping fokus melaksanakan program penanganan Covid-19, Pemkab Banjarnegara tetap berusaha memenuhi janji kepada rakyat."
"Yakni untuk meningkatkan infrastruktur jalan kabupaten."
"Alhamdulillah pembangunan konstruksi jalan kabupaten naik sekira 14 persen,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/2/2021).
Di masa kepemimpinannya, Budhi berkomitmen meminimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di perbankan.
Dia memilih memaksimalkan anggaran yang ada untuk membiayai pembangunan.
Bagi dia, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kemudahan akses atau jalan yang bagus.
Sehingga ia punya alasan untuk mengarahkan anggaran daerah lebih banyak untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Untuk program infrastruktur, khususnya pembangunan jalan kabupaten, dinilainya telah berjalan sesuai target.
Hingga tahun ini pembangunan sudah mencapai 84 persen lebih dari target atau nyaris selesai.
Sedangkan target RPJMD masih panjang di pertengahan 2022.
“Rakyat sangat butuh akses, butuh jalan."
"Maka kebijakan kami tiada lain infrastruktur."