Breaking News:

Kondisi Gunung Merapi Terkini

Pagi Ini, Gunung Merapi Mengeluarkan Lava Pijar 5 Kali. Status Merapi Belum Berubah dari Siaga

Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas tinggi. Bahkan, mulut gunung kembali mengeluarkan guguran lava pijar, dengan jarak luncur maksimum 800 meter

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas tinggi. Bahkan, mulut gunung kembali mengeluarkan guguran lava pijar, dengan jarak luncur maksimum 800 meter, Senin (22/2/2021).

Luncuran lava pijar itu terpantau dalam pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

"Teramati, lima kali guguran lava pijar di Gunung Merapi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporan tertulisnya, Senin.

Baca juga: Diguyur Hujan Abu Akibat Erupsi Merapi, Warga Tamansari Boyolali Kesulitan Cari Rumput Pakan Ternak

Baca juga: Gunung Merapi Meletus, Sejumlah Desa di Boyolali Alami Hujan Abu Tipis

Baca juga: Pengungsi di Glagaharjo Cangkringan Yogya Dipulangkan Selasa meski Merapi Masih Keluarkan Guguran

Baca juga: Belum Mengungsi meski Merapi Keluarkan Awan Panas, Warga Sidorejo Klaten: Lebih Takut Kena Covid-19

Selama masa pemantauan itu, tampak asap putih tebal setinggi 50 meter di kawah puncak Gunung Merapi.

Selain itu, ada 25 kali gempa akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi dengan durasi 8 sampai 78 detik.

Hingga kini, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas, pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik, bila terjadi erupsi eksplosif, dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Baca juga: Pimpin Upacara HUT Ke 450 Kabupaten Banyumas, Ini Isi Pesan Bupati kepada Warga

Baca juga: Mayat Bayi Ditemukan di Dekat Jalan Karangkobar Bajarnegara, Dibungkus Plastik Kresek Warna Hitam

Baca juga: Siap Dihuni, Tersedia 13 Huntara bagi Warga Korban Tanah Gerak di Pengadegan Purbalingga

Baca juga: Kirim Karangan Bunga Berisi Sindiran di HUT Kabupaten Banyumas, Ini Isu yang Diusung BEM Unsoed

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Merapi Kembali Keluarkan Lava Pijar, Meluncur hingga 800 Meter".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved