Breaking News:

Berita Solo

UNS Jadi Satu-satunya Perguruan Tinggi yang Lolos PTN-BH Tahun 2020

UNS menjadi satu-satunya universitas yang dinyatakan lolos dalam pengajuan perubahan status dari BLU menjadi PTN-BH.

tribunsolo.com/ilhamoktafian
Ilustrasi UNS Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menjadi satu-satunya universitas yang dinyatakan lolos dalam pengajuan perubahan status dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Hal itu disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, dalam Rapat Koordinasi Pimpinan UNS dengan topik "Strategi Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTNBH UNS Tahun 2021" yang diselenggarakan Kamis (18/2/2021).

"Pada tahun 2020 lalu, terdapat lima PTN yang mengajukan perubahan status menjadi PTN-BH namun hanya UNS yang lolos," kata Nizam, dalam keterangannya, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Dikritik Biaya Masuk Rp 10 Juta dan Uang Semester Rp 5 Juta di Medsos, Ini Penjelasan UNS Solo

Baca juga: Direstui Kemenkes, RS UNS Solo Mulai Bisa Lakukan Tes Swab Pasien Virus Corona

Baca juga: Tak Lagi Jadi Wali Kota Solo, Rudy Minta Maaf dan Sampaikan Rencananya di Dunia Politik

Baca juga: Bila Sudah Resmi Jadi Wali Kota Solo, Ini Program Prioritas Gibran Rakabuming Raka

Transformasi status UNS dari BLU menjadi PTN-BH merupakan upaya pemerintah membangun ekosistem perguruan tinggi yang adaptif dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sesuai perkembangan zaman.

Nizam memaparkan, satu di antara inti dalam kebijakan Kampus Merdeka adalah memfasilitasi kampus-kampus PTN yang belum berbadan hukum untuk bertransformasi menjadi PTN-BH.

"Otonomi yang diberikan kepada PTN-BH supaya perguruan tinggi bisa lebih gesit dan cepat dalam mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan sumber daya manusia unggul dan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum, UNS dituntut mampu melakukan efisiensi, optimasi sumber daya, dan penguatan kelembagaan yang bermuara pada tercapainya Indikator Kinerja Utama (IKU).

Untuk itu, perlu dibangun suatu ekosistem kampus yang secara holistik berperan mendukung tercapainya tujuan kampus.

"Setiap aktivitas yang dijalankan harus berkontribusi pada capaian IKU yang telah ditetapkan," terangnya.

Baca juga: Terima 700 Paket Sembako dari Pusri, Plt Bupati Kudus: Untuk Korban Banjir Bukan Hanya Petani

Baca juga: 5 Berita Populer: Organ Tunggal Jepara Dibubarkan-Ada Gorong-gorong di Bawah Rumah Warga Temanggung

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 19 Februari 2021 Rp 1.869.000 Per 2 Gram

Baca juga: Viral, Pemakaman Pasien Covid di Tengah Banjir di Siwalan Pekalongan. Begini Ceritanya

Lebih lanjut, Nizam menyampaikan, sebagai panduan dalam upaya akselerasi peningkatan kualitas mahasiswa, dosen, dan pengembangan kualitas pembelajaran, riset dan reka cipta di perguruan tinggi, Kemdikbud mengeluarkan kebijakan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved