Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Prinsip Tukang Becak di Pemalang Ini Diancungi Jempol, Suparji: Miskin Tapi Mental Saya Orang Punya

Meski penghasilan Suparji tak menentu, tapi hal itu tak membuat ia patah arang untuk menjaring rejeki untuk keluarga.

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Suparji sedang melintas di kawasan Alun-alun Kabupaten Pemalang, mengantar penumpangnya, Jumat (19/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Suparji mengayuh pedal becaknya untuk mengantar penumpangnya. 

Kabin depan becak yang dikemudikannya nampak ditumpangi penumpang wanita. 

Suparji terlihat sedikit terburu-buru melaju di jalanan yang sedikit lega, di kawasan Alun-alun Kabupaten Pemalang. 

Baca juga: Cegah Covid, Petugas Cek Suhu Tubuh Setiap Calon Penumpang di Terminal dan Stasiun Pemalang

Baca juga: Berakhir Damai, Pembakar Rumah dan Mobil di Pulosari Pemalang Minta Maaf. Dipicu Usaha Rental

Baca juga: Hebohkan Warga, Rumah dan Mobil di Pulosari Pemalang Dibakar. Pelaku Santai Mengakui

Seus

Baca juga: Anak Punk Menjamur di Jalan Pantura Pemalang: Dua Bocah Kalang Kabut Diteriaki Ayah saat Ngamen

ai mengantar penumpang yang tak jauh dari alun-alun, ia bergegas menuju Masjid Agung Nurul Kalam yang ada di kawasan alun-alun tersebut. 

Kayuhan pedal becak Suparji pun dibarengi lantunan suara adzan salat Jumat. 

Sesampainya di masjid, ia memarkirkan becaknya, lalu masuk untuk melaksanakan salat. 

Seusai melaksanakan salat, ia duduk di kursi depan becak yang ia parkirkan di depan masjid. 

Sembari berharap ada penumpang yang menghampiri, pria berusia sekira setengah abad itu berbincang dengan beberapa orang di sekitarnya. 

"Nasib ya nasib, apalagi di tengah pandemi Covid-19, tapi tidak boleh pasrah," tegas Suparji kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (19/2/2021).

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved