Berita Sragen

Begini Cara Warga Siboto Sragen Jaga Perlintasan Kereta Tak Berpalang untuk Mencegah Kecelakaan

Warga mengadakan iuran guna membayar penjaga perlintasan dan membentuk paguyuban sebagai penanggung jawab.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Sejumlah warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, membongkar portal besi penutup perlintasan kereta tanpa palang yang menjadi akses menuju dukuh, Kamis (18/2/2021). 

Udin mengaku pihaknya selama ini melakukan langkah sesuai prosedur dan terus berkoordinasi dengan bupati, Ditjen Perkeretaapian hingga Dirut KAI sampai akhirnya perlintasan tanpa palang itu dibuka lagi.

"Berkat bupati, aktivitas kehidupan masyarakat kembali akan normal. Setelah dua bulan ini, aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga keagamaan terganggu," katanya.

Perlintasan kereta api tanpa pintu di Siboto ini ditutup PT KAI, sehari setelah tabrakan KA Brantas dengan mobil patroli Polsek Kalijambe, Senin (14/12/2020).

Insiden ini menewaskan dua anggota Polri dan satu personel TNI.

Pentupan menggunakan portal besi ini sempat memicu protes warga. Mereka pun melakukan demo dan meminta bupati turut membantu penyelesaian. Hingga akhirnya, Kamis, portal kembali dibuka. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved