Berita Banjarnegara Hari Ini

Penangkapan Monyet di Banjarnegara Masih Nihil, BKSDA: Itu Bukan Satwa Liar Tapi Ada Pemiliknya

Tetapi entah mengapa, meski tubuh monyet ekor panjang terkena tulup, monyet itu masih bisa lari dan tidak terkejar petugas hingga sekarang. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Monyet ekor panjang terlihat sedang berada di atap Kompleks Lapas Banjarnegara, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sebagian masyarakat Kabupaten Banjarnegara sempat dikejutkan dengan kemunculan monyet ekor panjang di seputaran kota. 

Monyet itu muncul di sejumlah lokasi, seperti di Kelurahan Rejasa Kecamatan Madukara, komplek Hotel Suryayudha, pertokoan pasar kota, hingga Lapas Banjarnegara.

Monyet itu bahkan dilaporkan sempat masuk dan mengacak-acak isi konter di komplek Polres Banjarnegara. 

Baca juga: Ayo Jelajah Wisata di Desa Pagak Banjarnegara, Naik Delman Nikmati Keindahan Panorama Pedesaan

Baca juga: Dikuras, Danau Tampomas di Pagedongan Banjarnegara Ditutup Sementara untuk Wisatawan

Baca juga: Semua Jalur Utama Menuju Kawasan Wisata Dieng Dikepung Longsor, Butuh Solusi Pemkab Banjarnegara

Baca juga: Dikasih Kasur Empuk Namun Ditolak, Mudasir Pilih Tidur di Becak, Begini Kisahnya di Banjarnegara

Sempat muncul beberapa kali, kini monyet itu tidak diketahui keberadaannya.

Monyet itu belakangan sempat muncul di atap permukiman penduduk di Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu. 

Monyet itu bahkan sempat berhasil ditulup petugas Damkar yang sudah cukup lama memburunya. 

Tetapi entah mengapa, meski tubuh terkena tulup, monyet itu masih bisa lari dan tidak terkejar petugas hingga sekarang. 

"Belum (ketemu)," kata Oscar, petugas Damkar Banjarnegara kepada Tribunbanymas.com, Kamis (18/2/2021). 

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Muda BKSDA Jateng, Budi Santoso belum menerima laporan resmi mengenai kemunculan satwa itu di Banjarnegara

Tetapi, melihat karakteristik kemunculan monyet itu, ia menduga satwa tersebut adalah peliharaan yang terlepas dari pemiliknya. 

Monyet ekor panjang, jelasnya, termasuk satwa yang tidak pernah soliter.

Hewan itu bertipe komunal atau hidup berkelompok. 

Biasanya, satu grup atau kawanan terdiri dari 20 hingga 50 ekor.

Monyet ekor panjang bahkan tidak bisa pindah ke kawanan lain di luar kelompok. 

Sementara monyet ekor panjang yang muncul di kota Banjarnegara tampak hanya seekor atau tidak muncul secara bergerombol.

Karenanya, ia menduga monyet itu bukan satwa liar dari hutan. 

"Kalau ada yang nongol satu di kota atau kampung, dipastikan adalah hewan lepasan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/2/2021).

Di lain sisi, Budi menjelaskan, monyet ekor panjang bukanlah satwa yang dilindungi pemerintah atau Undang-undang (UU). 

"Beda dengan Owa Jawa yang dilindungi," katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Ditangkap Anggota Polres Blora, Santoso Kedapatan Jual Sabu saat Masih Jalani Program Asimilasi

Baca juga: Celoteh Kokok Seusai Lepas Jabatan Bupati Blora: Bersama Arief, yang Tidak Menyenangkan Juga Banyak

Baca juga: Dihajar Cuaca Ekstrem, 60 Ribu Bibit Mangrove yang Ditanam di Pesisir Semarang Rusak

Baca juga: Suko Mardiono Rangkap Jabatan, Pj Sekda Sekaligus Plh Bupati Semarang, DPRD: Baru Kali Ini Terjadi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved