Breaking News:

Berita Banjarnegara Hari Ini

Ayo Jelajah Wisata di Desa Pagak Banjarnegara, Naik Delman Nikmati Keindahan Panorama Pedesaan

Bupati Banjarnegara sedang mendorong pengembangan Industri Keramik Klampok yang melegenda serta Desa Wisata Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok.

TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mencoba ikut serta mengayam saat mengunjungi lokasi kerajinan bambu di Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Banjarnegara justru menggenjot sektor pariwisata.

Desa-desa yang memiliki potensi didorong untuk mengembangkan industri pariwisatanya. 

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono telah meninjau dan mempromosikan potensi wisata di Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, pekan lalu.

Baca juga: Tim Gabungan Banjarnegara Dirikan Pos Lantas Tangguh di 3 Titik, Rutin Gelar Operasi Yustisi Prokes

Baca juga: Dikuras, Danau Tampomas di Pagedongan Banjarnegara Ditutup Sementara untuk Wisatawan

Baca juga: Siswa TPQ Asal Banjarnegara Tenggelam di Pantai Congot Cilacap, Begini Kronologinya

Baca juga: Semua Jalur Utama Menuju Kawasan Wisata Dieng Dikepung Longsor, Butuh Solusi Pemkab Banjarnegara

Kini, Bupati juga mendorong pengembangan Industri Keramik Klampok yang melegenda serta Desa Wisata Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kamis (18/2/2021). 

Desa Wisata Pagak memiliki sejumlah potensi yang mendukung pengembangan pariwisata di wilayah tersebut. 

Sudarwo, Kepala Desa Pagak sebagai guide mengatakan, pihaknya bahkan telah menyiapkan paket jelajah desa bagi wisatawan yang ingin menginap. 

Di situ wisatawan akan diajak mengendarai delman ratu (Rawa Lutung) sambil menikmati  panorama alam pedesaan.

Wisatawan juga bisa melihat langsung aktivitas petani dan pengrajin anyaman bambu, serta potensi lain di desa itu. 

Di desa tersebut, rupanya terdapat rumah produksi kerajinan anyaman bambu milik Rohman.

Berbagai kerajinan bambu tercipta dari tangan terampilnya semisal bumbung serbaguna, besek modifikasi, dan souvenir kapal. 

"Buser (bumbung serbaguna) bisa untuk wadah nasi, sebagai pengganti nasi boks, wadah batik, sarung, dan lainya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/2/2021). 

Menariknya, di desa ini juga ada penyulingan minyak atsiri, minyak hasil penguapan (destilasi) dari bermacam tumbuhan.

Semisal daun sirih, sereh wangi, cengkeh, pala, kayu putih, dan tanaman rempah. 

"Dalam suasana pandemi ini kami harus tetap optimis semangat berkarya," kata Bupati Budhi Sarwono. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Napi Lapas Purwokerto Jalankan Bisnis Narkoba: Berkedok Jual Beli Burung, Keuntungan Dibelikan Rumah

Baca juga: Sambat Pemilik Kedai Kopi di Purwokerto: Kena Razia Jam Malam sampai Boyong Kafe ke Rumah

Baca juga: Borong 4 Penghargaan di Tingkat Kwarda Jateng, Bidang Humas Kwarcab Purbalingga Sangat Memuaskan

Baca juga: Serahkan Jabatan Bupati Purbalingga ke Sekda, Ini Pesan Tiwi

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved