Berita Jawa Tengah
Talud Kantor Kecamatan Watumalang Wonosobo Ambrol, Dua Petani Tewas, Sedang Berteduh di Warung
Talud di belakang Kantor Kecamatan setinggi sekira 5 meter itu mendadak ambrol sepanjang sekira 15 meter.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pergerakan tanah di Kabupaten Wonosobo kembali memakan korban jiwa.
Bangunan pengaman tebing (senderan) di belakang Kantor Kecamatan Watumalang tiba-tiba ambrol, Rabu (17/2/2021) sekira pukul 13.30.
Saat itu hujan berintensitas tinggi di wilayah Kecamatan Watumalang.
Infrastruktur itu pun runtuh hingga materialnya berhamburan.
Baca juga: Sebelum Bolong dan Buat Mobil Nyungsep, Jalan di Kemiriombo Wonosobo Ini Ternyata Sudah Retak
Baca juga: Terperosok Lubang Jalan hingga Mobil Nungging saat Lewat Kaliwiro Wonosobo, Begini Nasib 7 Penumpang
Baca juga: Warga Wonosobo Ini Kepergok Jual Kubis Hasil Curian, Beraksi di Kebun Desa Gembol Banjarnegara
Baca juga: Vikasso Beli Sepaket Seharga Rp 3 Juta, Pasutri Edarkan Uang Palsu Saat Berwisata ke Wonosobo
Siapa sangka, di bawah tebing itu berdiri sebuah rumah makan milik Aan Desina, warga Wonoroto Kecamatan Watumalang.
Runtuhan material keras bercampur tanah tebing itu seketika menimpa bangunan tersebut.
Nahas, di dalam warung itu ada beberapa orang.
Sutrisno dan Marwono, warga Desa Manggis, serta Darmo warga Desa Jonggolsari, Kecamatan Leksono sedang berteduh di dalamnya.
"Di dalam warung terdapat korban yang sedang berteduh sehabis dari kebun," kata Kapolsek Watumalang, AKP Purwanto kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (17/2/2021).
Talud di belakang Kantor Kecamatan setinggi sekira 5 meter itu mendadak ambrol sepanjang sekira 15 meter.
Sutrisno dan Darmo tak bisa mengelak dari maut yang datang menjemput.
Sementara Marwono mengalami luka berat dan harus dirujuk ke RSUD Wonosobo.

Di bawah guyuran hujan, kompleks kantor kecamatan mendadak mencekam.
Warga berhamburan menuju lokasi kejadian.
Jeritan ibu-ibu yang panik mengalahkan deru hujan.
Beberapa warga lari membopong korban yang berlumuran tanah.
Para korban buru-buru dimasukkan ke mobil, lalu dibawa ke rumah sakit.
"Sutrisno meninggal di lokasi kejadian, Darmo meninggal saat dirujuk ke rumah sakit, dan Marwono luka berat," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Angin Ribut Porak Porandakan 11 Bangunan di Temanggung, Ini Data Kerusakan Menurut BPBD
Baca juga: Polisi Gerebek Rumah di Kemiri Karanganyar, Dua Bersaudara Ini Lagi Pesta Sabu
Baca juga: Warga Kabupaten Tegal Ini Bikin Miniatur Kapal Bajak Laut, Hasil Menyulap Bambu Sisa Proyek Bangunan
Baca juga: Begini Kronologi Satu Pelajar Hanyut di Kali Kutho Kendal, Hingga Kini Belum Ditemukan