Berita Semarang

Jalan Pantura Semarang di Mangkang Rusak Parah, Pengendara Mengeluh Macet dan Lelah

Kondisi Jalan Pantura Semarang rusak parah mulai dari Mangkang hingga depan kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Pengendara menghindari lubang jalan saat melintasi Jalan Pantura wilayah Mangkang, Selasa (16/2/2021). Kondisi Jalan Pantura mengalami rusak parah pasca banjir melanda beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kondisi Jalan Pantura Semarang rusak parah mulai dari Mangkang hingga depan kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Kerusakan di antaranya berupa aspal terkikis, mengelupas, hingga berlubang besar.

Kondisi itu tentu sangat membahayakan pengguna jalan. Terlebih, curah hujan yang tinggi membuat lubang jalan tergenang air dan tak terlihat.

Seorang supir angkutan kota (angkot), Kasmin, mengatakan, kerusakan jalan sudah cukup lama.

Kerusakan diperparah sejak hujan terus mengguyur Kota Lunpia sebulan terakhir. Ditambah, banjir yang sempat menerjang wilayah Mangkang dan sekitarnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Ancang-ancang Gelar Vaksinasi Covid Tahap Kedua, Rencana Dimulai 21 Februari

Baca juga: Pemkot Semarang Klaim Kasus Covid Turun, Dinkes: Dampak Positif Program Vaksinasi

Baca juga: Alih Pemasaran, Mantan PSK Argorejo Semarang Tawarkan Diri secara Daring setelah Lokalisasi Ditutup

Baca juga: Puluhan Remaja Tawuran di Depan Pasar Perbalan Semarang Dibubarkan Polisi: Ini Masalah Hati, Pak

Kerusakan jalan ini membuat arus lalu lintas terganggu. Pantauan Tribunjateng, Selasa (16/2/2021) pagi, kemacetan terjadi sekitar dua kilometer mulai depan Gang Kampung KB Margowidodo hingga depan pintu masuk Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW).

"Kalau pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, macet sekali. Kalau siang, truk-truk besar sudah masuk kota, tambah macet," ujar Kasmin, Selasa.

Kemacetan terjadi lantaran kendaraan harus melaju lambat menghindari lubang yang cukup besar. Lubang terparah berada di depan halte pintu masuk KIW.

Menurut Kasmin, kemacetan yang terjadi sangat berpengaruh pada operasional angkutan. Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bertambah.

Di samping itu, kondisi fisik juga menjadi bertambah lelah.

"Kalau macet, tambah bahan bakar. Terus, rasanya jadi lebih capek karena terlalu lama di jalan," ucapnya.

Baca juga: Terpeleset Lewati Pemecah Ombak, Siswa TPQ Banjarnegara Tewas Tenggelam di Pantai Congot Cilacap

Baca juga: Gemuruh Masih Terdengar dari Kawah Gunung Sindoro, Bupati Temanggung Minta Warga Tetap Siaga

Baca juga: Jelang Liga 1 Musim 2021, Pelatih PSIS Semarang Siap Sodorkan Daftar Pemain Incaran ke Manajemen

Baca juga: 680 Hektare Sawah Terendam Banjir, Bupati Pati Minta Pusat Tuntaskan Normalisasi Sungai Juwana

Dia berharap, kerusakan di Jalan Pantura Semarang atau di Jalan Pantura itu bisa segera diperbaiki. Setidaknya, ditambal sulam untuk memperlancar lalu lintas.

Selain Jalan Pantura wilayah Mangkang, kerusakan juga terjadi di Jalan Pantura wilayah Kaligawe.

Persoalan muncul pasca banjir di Jalan Kaligawe Raya, yaitu bertambahnya lubang besar di sepanjang jalan.

Hal itu membuat pengendara sangat berhati-hati dan berusaha menghindari lubang jalan.

"Banyak lubang di sepanjang jalan. Jadi, harus berhati-hati banget saat melintas," ungkap seorang pengendara, Arif saat melintas Jalan Kaligawe.

Dia berharap, segera ada perbaikan jalan agar tidak membahayakan pengendara. Apapagi, jalan itu merupakan akses antar kota yang selalu dipadati pengendara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved