Berita Jateng

Hati-hati, Jalan Kendal-Temanggung via Pageruyung Ambles. Kendaraan Harus Bergantian

Jalan provinsi penghubung Kendal-Temanggung di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, ambles sepanjang 15 meter.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Jalan provinsi penghubung Kabupaten Kendal-Kabupaten Temanggung di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kendal, ambles sepanjang 15 meter, Sabtu (13/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Jalan provinsi penghubung Kendal-Temanggung di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, ambles sepanjang 15 meter.

Separo badan jalan ambles hingga 80 sentimeter. Akibatnya, lajur jalan dari arah Weleri, Kendal, menuju Ngadirejo, Temanggung, terhambat.

Warga setempat bergantian melakukan buka tutup jalan agar lalu lintas di wilayah tersebut tidak macet panjang.

Menurut Hamdan (42), jalan alternatif antarkabupaten itu terlihat mulai retak pada Senin (8/2/2021), pekan lalu.

Katanya, retakan aspal disebabkan curah hujan yang tinggi hingga membuat tebing di sisi luar jalan longsor.

Akibatnya, tanah dan aspal jalan bergerak hingga retak sepanjang 15 meter.

"Senin malam itu memang sudah retak karena hujan deras. Kemudian, ditambal oleh dinas dan sudah dibuat penahan longsor agar tanah tidak bergerak," terangnya saat membantu mengurai arus lalu lintas, Minggu (14/2/2021).

Baca juga: 40 Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor di Kendal, Disdikbud Upayakan Hal Berikut Ini

Baca juga: Jalan Provinsi Rusak Parah, Penghubung Temanggung dan Kendal di Ngadirejo, Tiap Hari Ada Korban

Baca juga: Sehari Bisa Capai 48 Kali Gempa Vulkanik di Gunung Sindoro Temanggung, PVMBG: Kondisi Masih Normal

Baca juga: Empat Proyek Revitalisasi Wisata Sudah Selesai, Pemkab Temanggung: Bakal Dikelola Pihak Desa

Kata Hamdan, warga sempat lega karena jalan bisa dilalui kembali usai ditambal.

Namun, satu hari setelah penambalan, kerusakan jalan semakin parah. Badan jalan sepanjang 15 meter ambles hingga kedalaman 60-80 sentimeter.

Praktis, pengguna jalan hanya bisa bergantian lewat separo jalan yang tersisa.

Pondasi penahan longsor yang dibangun sebelumnya tidak cukup kuat lantaran hujan yang mengguyur wilayah sekitar deras, dalam beberapa hari terakhir.

"Kalau dibiarkan terus, bukan tidak mungkin lajur jalan yang tersisa bisa terseret longsor. Arus lalu lintas pun bisa putus, bisa muter jauh yang dari atas ke bawah atau sebaliknya," tuturnya.

Sejumlah jajaran kepolisian setempat turun tangan bersama warga untuk membantu buka tutup jalan hingga kerusakan diperbaiki.

Petugas pun mengimbau pengendara yang hendak melintas dari arah Weleri menuju Sukorejo-Temanggung atau sebaliknya, tetap waspada dan hati-hati saat berkendara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved