Berita Jawa Tengah

Sehari Bisa Capai 48 Kali Gempa Vulkanik di Gunung Sindoro Temanggung, PVMBG: Kondisi Masih Normal

Air hujan masuk ke dasar kawah dalam intensitas besar yang kemudian bersentuhan langsung dengan magma gunung, dan terjadi fenomena gempa.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Petugas Pos Pengamatan Gunung Berapi Sindoro-Sumbing dari PVMBG, Yuli Rahmatulloh yang memperlihatkan aktivitas vulkanis Gunung Sindoro, Jumat (12/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Hasil pengamatan data selama beberapa hari terakhir, terjadi 48 kali gempa vulkanik dari Gunung Sindoro dalam sehari.

Itu disampaikan petugas Pos Pengamatan Gunung Berapi Sindoro-Sumbing dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Yuli Rahmatulloh.

Jumlah ini meningkat cukup signifikan dari rata-rata normal gempa vulkanik tak lebih 10 kali dalam sebulan.

Baca juga: Aktivitas Vulkanis Gunung Sindoro Meningkat, BPBD Temanggung: Warga Tetap Tenang Saja

Baca juga: Empat Proyek Revitalisasi Wisata Sudah Selesai, Pemkab Temanggung: Bakal Dikelola Pihak Desa

Baca juga: Tiga Nakes Sempat Pingsan Seusai Disuntik Vaksin, Dinkes Temanggung: Mereka Sudah Sehat Lagi

Baca juga: Masih Didata, Pedagang dan Sopir Angkot Bakal Terima Vaksinasi Covid Tahap Dua di Temanggung

Yuli mengatakan, 48 kali gempa vulkanik terjadi pada Rabu (10/2/2021).

Sedangkan peningkatan vulkanis Gunung Sindoro mulai terlihat pada pertengahan Desember 2020.

"Dari segi gempa, sejak pertengahan Desember hingga sekarang ada peningkatan, terutama gempa vulkanik."

"Normalnya di bawah 10 kali dalam sebulan, dan tetapi ini 48 kali pada Rabu (10/2/2021)," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/2/2021).

Kata Yuli, meningkatnya gempa vulkanik bisa saja diakibatkan karena curah hujan yang tinggi di puncak gunung.

Sehingga, air hujan masuk ke dasar kawah dalam intensitas besar yang kemudian bersentuhan langsung dengan magma gunung, dan terjadi fenomena gempa.

"Bisa juga karena pengaruh faktor lain," ujarnya.

Pencatatan aktivitas gempa Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jumat (12/2/2021).
Pencatatan aktivitas gempa Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jumat (12/2/2021). (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Dia memastikan, status Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Temanggung-Wonosobo itu masih level I dengan kondisi normal. 

Artinya, warga sekitar bisa beraktivitas seperti biasa tanpa harus merasa was-was.

Sedangkan bagi pendaki atau wisatawan, dilarang mendekat ke bibir kawah radius 200 meter.

"Kami terus pantau selama 24 jam dalam sehari."

"Rencana pada Jumat (12/2/2021) malam akan kami cek visual di puncak."

"Apakah ada perubahan pada kawah dan perubahan-perubahan lainnya," ujarnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Dikasih Kasur Empuk Namun Ditolak, Mudasir Pilih Tidur di Becak, Begini Kisahnya di Banjarnegara

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket di Banjarnegara, Ini Penyebabnya

Baca juga: Hampir Rampung, Pembangunan Jalan Kebumen-Wadaslintang Wonosobo, Sempat Putus Karena Longsor

Baca juga: Warga Wonosobo Ini Kepergok Jual Kubis Hasil Curian, Beraksi di Kebun Desa Gembol Banjarnegara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved