Breaking News:

Berita Banyumas

10 Bulan Tak Jelas, Jenazah ABK Kapal China Asal Banyumas Akhirnya Dimakamkan di Kampung Halaman

Hampir satu tahun tak jelas kabar pemulangannya dari China, akhirnya jenazah anak buah kapal (ABK) asal Banyumas, Dzul Faqih, tiba di rumah duka.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kolase foto almarhum Dzul Faqih semasa hidup (kiri) dan prosesi pemakaman jenazah Dzul dikawal GP Ansor Banyumas, di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hampir satu tahun tak jelas kabar pemulangannya dari China, akhirnya jenazah anak buah kapal (ABK) asal Banyumas, Dzul Faqih, tiba di rumah duka, di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2021) sekira pukul 11.30 WIB.

Dzul dikabarkan meninggal tahun lalu, Kamis, 9 April 2020.

Namun, sejak saat itu, tak jelas keberadaan dan kapan jenazah Dzul bisa dipulangkan ke tanah air.

"Memang agak sulit karena terkendala adanya pandemi dan sempat adanya lockdown jadi tidak bisa kemana-mana. Akhirnya, kami saling kontak dengan agensi dan BNP2MI," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Banyumas, Joko Wiyono kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/2/2021).

Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China

Cerita Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China, Mashuri: Mati Disiksa, Mayat Disimpan lalu Dibuang

Jateng di Rumah Saja Hari Pertama di Wilayah Perbatasan Banyumas, Banyak Kendaraan Putar Balik

Bupati Banyumas Dapat Kiriman Dua Karangan Bunga, Achmad Husein: Itu Tanda Cinta Bagi Saya

Joko mengatakan, Dzul Faqih adalah anak dari pasangan Rudi Hermawan dan Sri Lestari yang bekerja sebagai ABK FV Ming Xiang No 878 berbendera China.

Dzul bekerja di kapal tersebut melalui agensi PT Agung Semilir Bahari, Pemalang.

Dzul bekerja sebagai ABK sejak Juli 2019 dan dikabarkan meninggal karena kecelakaan kerja.

Sejak kabar kematian tersebut, keluarga sempat khawatir dan cemas lantaran tak ada kejelasan keberadaan jenazah di kapal tersebut.

Keluarga kemudian didampingi pengurus PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser, meminta PC GP Ansor Kabupaten Banyumas melalui LBH Ansor, melakukan advokasi atas kecelakaan kerja tersebut dan meminta dilakukan upaya pemulangan jenazah.

Semasa hidup, Dzul memang kader GP Ansor Banyumas.

LBH GP Ansor Banyumas kemudian meminta ketegasan PT Agung Semilir Bahari dan Kementrian Luar Negeri terkait pemulangan jenazah Dzul.

Stasiun Semarang Tawang Masih Kebanjiran, Berikut Daftar KA yang Pindah Rute dan Keberangkatan

Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Minggu 7 Februari 2021 Rp 1.900.000 Per 2 Gram

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar: Jateng Siaga Satu

Tim Gabungan Temanggung Tutup Paksa Belasan Toko yang Nekat Buka Hari Pertama Jateng di Rumah Saja

Hingga akhirnya, Kemenlu memberi kabar, jenazah Dzul akan diterbangkan dari Bandara Shanghai International pada Rabu, 3 Februari 2021.

Sesampai di rumah duka, jenazah Dzul disalatkan di Masjid Jami' Desa Karangkemiri. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman umum desa setempat.

Prosesi pemakaman dikawal puluhan kader GP Ansro Banyumas. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved